Wujudkan Sumbawa Bebas Stunting, Wabup Ansori Tekankan Kolaborasi dan Intervensi Sejak Pranikah

oleh -82 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Agustus 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mempercepat pencegahan dan penurunan stunting. Salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga masyarakat hingga seluruh elemen masyarakat.

Wakil Bupati Sumbawa sekaligus Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi membuka Sosialisasi dan Koordinasi GENTING Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Aula Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa, para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, perwakilan BUMN dan BUMD, serta sejumlah undangan terkait.

Dalam sambutannya, Wabup Ansori menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, kebijakan dan program penanganan stunting harus berorientasi pada perlindungan serta peningkatan kualitas generasi masa depan. Karena itu, upaya tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak secara serius dan berkelanjutan.

“Pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh pihak,” tegasnya.

Wabup juga meminta agar pelaksanaan Program GENTING terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Hal itu penting untuk memastikan setiap bentuk intervensi benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang menjadi sasaran.

Ia menekankan, pencegahan stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian makanan tambahan seperti telur dan susu. Intervensi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan, bahkan dimulai sejak masa pranikah, kehamilan, menyusui hingga masa pertumbuhan balita.

“Langkah ini merupakan wujud keseriusan Pemerintah Daerah dalam memastikan masyarakat memperoleh perhatian dan kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *