SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Agustus 2026) — Kekayaan biodiversitas Sumbawa kembali menarik perhatian peneliti. Tiga dosen Program Studi Bioteknologi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Kurniawan Eka Putra, Adelia Elviantari, dan Muhammad Fahruddin, bersama mahasiswa, meneliti potensi tumbuhan endemik Begonia sumbawaensis sebagai sumber senyawa alami untuk melawan infeksi bakteri dan jamur.
Penelitian yang berlangsung Mei hingga Desember 2026 ini didanai melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) skema Penelitian Dosen Pemula. Riset tersebut memadukan pendekatan biologi molekuler, analisis senyawa kimia, serta pengujian aktivitas antimikroba.
Begonia sumbawaensis merupakan tumbuhan endemik Sumbawa yang ditemukan dan dipublikasikan pada 2016. Meski sejumlah spesies dalam genus Begonia telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur, potensi B. sumbawaensis sebagai sumber senyawa bioaktif masih relatif belum banyak dikaji.
Sampel penelitian diperoleh dari kawasan hutan Desa Marente, Kecamatan Alas, khususnya jalur pendakian menuju Air Terjun Agal. Selanjutnya, sampel dianalisis di Laboratorium Sumbawa Techno Park dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati UTS.
Kurniawan Eka Putra menjelaskan, penelitian ini salah satunya dilatarbelakangi meningkatnya persoalan resistensi antibiotik. Sejumlah bakteri patogen seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Salmonella Typhimurium semakin sulit dikendalikan karena mengalami resistensi terhadap berbagai antibiotik.
“Resistensi antibiotik menjadi tantangan serius karena obat yang sebelumnya efektif dapat menjadi kurang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Karena itu, kita membutuhkan sumber senyawa antimikroba baru, salah satunya dari kekayaan tumbuhan lokal,” jelas Kurniawan.
Dalam penelitian tersebut, tim mengidentifikasi kandungan fitokimia B. sumbawaensis. Ekstrak tumbuhan menggunakan pelarut etanol dan metanol, kemudian dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mengidentifikasi senyawa kimia yang terkandung di dalamnya.
Ekstrak tersebut juga diuji terhadap sejumlah bakteri patogen untuk mengetahui kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit.
Selain itu, tim menggunakan metode DNA barcoding untuk memastikan identitas tumbuhan secara molekuler. Tiga penanda genetik yang dianalisis yakni ITS, matK, dan rbcL. Data tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui hubungan kekerabatan B. sumbawaensis dengan tumbuhan lain yang masih berkerabat.
Adelia Elviantari mengatakan, hasil identifikasi senyawa dan pengujian aktivitas antimikroba diharapkan dapat memberikan informasi awal mengenai potensi B. sumbawaensis sebagai sumber bahan bioaktif.
“Jika ditemukan senyawa yang memiliki aktivitas antimikroba, senyawa tersebut dapat dikaji lebih lanjut sebagai kandidat bahan obat,” ujarnya.
Penelitian ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Bioteknologi UTS. Mahasiswa terlibat mulai dari pengambilan sampel hingga proses analisis di laboratorium, sehingga mendapatkan pengalaman menerapkan teknik biologi molekuler, identifikasi senyawa, dan pengujian aktivitas antimikroba.
Ke depan, senyawa potensial yang ditemukan dapat dikaji lebih lanjut untuk pengembangan di bidang farmasi dan bioteknologi. Salah satu peluangnya adalah produksi senyawa secara lebih terkontrol melalui pendekatan rekayasa genetika dengan memanfaatkan mikroorganisme seperti Escherichia coli. Namun, tahapan tersebut masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan kelayakannya.
Melalui riset ini, UTS berupaya menghubungkan kekayaan biodiversitas Sumbawa dengan perkembangan bioteknologi modern. Begonia sumbawaensis tidak hanya memiliki nilai penting sebagai tumbuhan endemik, tetapi juga menyimpan peluang sebagai sumber senyawa bioaktif untuk menghadapi tantangan resistensi antibiotik.
Penelitian tersebut juga diharapkan mendorong pemanfaatan biodiversitas lokal secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan konservasi dan keberlanjutan sumber daya alam Sumbawa. (SR)






