Ditantang Menteri Kesehatan, Direktur RSUD Assyifa Tak Gentar

oleh -694 Dilihat
, Direktur RSUD Assyifa Sumbawa Barat, dr. Carlof

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (1 November 2022)–Kedatangan Menteri Kesehatan nampaknya membawa angin segar untuk kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Assyifa. Menteri menjanjikan untuk melanjutkan pembangunan asalkan rumah sakit tersebut dapat menghandel sumberdaya manusianya. Tantangan Menkes ini membuat RSUD Assyifa tak gentar.

Ditemui samawarea.com, Direktur RSUD Assyifa Sumbawa Barat, dr. Carlof mengatakan dalam kunjungan Menteri Kesehatan beberapa waktu lalu ke Kabupaten Sumbawa Barat memastikan akan melanjutkan pembangunan RSUD Assyifa. Tapi Menteri memberikan tantangan agar pihaknya menyiapkan SDM.

“Kepada Pak Menteri langsung saya menyanggupinya untuk penambahan pelayanan mengisi bangunan yang akan dibangun nanti,” kata Dokter Carlof.

Pembangunan gedung tersebut ungkap Carlof, dihajatkan untuk penanganan penyakit jantung, kanker dan stroke. Menkes berharap KSB menjadi rujukan untuk jenis penyakit tersebut.

“Apa yang diinginkan Pak Menteri sejalan dengan apa yang kami rencanakan di RSUD Assyifa untuk menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit rujukan terutama untuk pelayanan jantung, stroke dan kanker,” jelasnya.

Ia mengaku sudah membangun komunikasi menggunakan jaringan dokter. “Kami memiliki jaringan dokter di seluruh Indonesia sehingga sangat memungkinkan untuk mendatangkan SDM untuk tiga pelayanan tersebut, bahkan kami berniat akan membuka layanan khusus jantung di tahun depan,” ujarnya.

Selain mendatangkan dokter spesialis, pihaknya juga harus memikirkan apa diperoleh oleh dokter bersangkutan sehingga membuat mereka tertarik. Sebab setiap yang datang ke KSB pasti akan membandingkan pendapatannya dengan tempat sebelumnya.

“Jumlah penduduk kita sedikit dan rumah sakit kita hanya satu, jadi kita harus pikirkan kebutuhan dokter itu, termasuk pendapatannya. Karena keberadaan dokter spesialis ini sangat langka dan sangat dicari oleh rumah sakit lainnya,” imbuhnya.

Dokter Spesialis Jantung sangat dibutuhkan di KSB mengingat tingginya angka pasien penyakit jantung. “Semoga dengan pendekatan yang intensif kami bisa datangkan dengan segera, dan saya sangat optimis bisa mendatangkannya,” demikian Carlof. (HEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *