SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 November 2022)–Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM, menegaskan bahwa penerimaan calon tenaga kerja untuk Smelter tidak melibatkan tim dari Sumbawa. Namun demikian, siapapun boleh melamar termasuk calon tenaga kerja dari Kabupaten Sumbawa dan daerah lain.
Tidak dilibatkannya Tim dari Sumbawa menurut Bupati, karena memang Smelter itu adalah aset milik KSB bukan Sumbawa. Sebab Smelter tersebut berada di Kabupaten Sumbawa Barat.
“Jadi tidak ada kewajiban kami untuk melibatkan Sumbawa dalam perekrutan tenaga kerja, karena smelter bukan aset bersama dengan Sumbawa tapi aset milik KSB. Mohon Sumbawa tidak boleh ngaku-ngakulah,” tegasnya kepada samawarea.com saat dicegat usai menghadiri Wisuda UNSA, Minggu (6/11).
Jika perekrutan tenaga kerja untuk proyek Batu Hijau, Bupati Firin mempersilahkan Sumbawa ikut terlibat karena memang dilaksanakan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Mengingat proyek AMNT juga berada di Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa. Namun yang mengelola smelter ini bukan Amman Mineral tapi PT AMIN (Amman Mineral Industri).
“Jadi beda perusahaan dan beda yang mengelola. Amman mengelola Batu Hijau, AMIN mengelola smelter. Dan Smelter itu hanya ada di Sumbawa Barat dalam kawasan industri yang sudah dibentuk berdasarkan Perpres. Dan perlu saya tegaskan lagi smelter tidak ada di Sumbawa,” pungkasnya. (SR)






