Wabup Ansori Prihatin Kondisi Sarpras di Sejumlah Sekolah

oleh -121 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2 Juni 2026) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa kegiatan perpisahan sekolah sebaiknya dilaksanakan secara sederhana dan efisien agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi pihak sekolah maupun orang tua siswa.

Menurutnya, perpisahan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan titik awal untuk menapaki jenjang pendidikan berikutnya yang membutuhkan dukungan dan persiapan lebih besar.

“Anak-anak kita masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, kegiatan perpisahan cukup dilaksanakan secara sederhana. Yang paling penting bukan kemeriahannya, tetapi makna dan rasa syukur atas capaian yang telah diraih,” ujar Wabup saat menghadiri acara Purna Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Sumbawa Besar, Selasa (2/6/2026).

Pada tahun ajaran ini, SMPN 2 Sumbawa Besar berhasil meluluskan sebanyak 150 siswa yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepada para lulusan, H. Ansori berpesan agar terus menjaga semangat belajar dan tidak berhenti mengejar cita-cita. Ia menyebut para siswa yang lulus saat ini merupakan bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045 yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah maupun bangsa di masa mendatang.

“Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan dan karakter diri. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan bangsa,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sumbawa yang masih memerlukan perhatian di sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun pembinaan karakter peserta didik, merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Ansori menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlak, kedisiplinan, dan keterampilan hidup yang dimiliki peserta didik.

“Anak-anak membutuhkan teladan. Pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak yang baik. Sholat, bersuci, dan berbagai nilai kehidupan lainnya membutuhkan contoh dan praktik langsung dari para guru serta lingkungan yang mendukung,” tandasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *