Hadiri Konferensi Kerja III PGRI NTB di Sumbawa, Gubernur Cerita Katak Rebus

oleh -836 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17 Juli 2022)–Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., menghadiri Konferensi Kerja III Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (PGRI NTB) di Hotel Grand Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, 16 Juli 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul sapaan Gubernur, berharap PGRI NTB sebagai sebuah organisasi yang cukup berumur dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Bang Zul berceritakan kisah katak rebus. Seekor katak ketika dimasukkan ke dalam wadah penggorengan yang panas, seketika akan lompat keluar. Namun ketika dimasukkan dalam wadah berisi air yang berada di atas tungku api yang menyala, katak tersebut diam. Kian lama air itu semakin hangat, dan katak merasa nyaman.

Ketika air sudah mendidih, katak baru sadar itu malapetaka baginya. Tapi katak tersebut tidak punya kesempatan lagi untuk melompat keluar, akhirnya menjadi akhir dari segalanya.

Melalui cerita klasik katak rebus, Bang Zul meminta kepada PGRI NTB untuk tidak terjebak di dalam zona nyaman serta mampu mendobrak untuk menghasilkan berbagai inovasi dalam sebuah organisasi.

“Menyadari bahwa lingkungan ini, menyulut api yang memungkinkan kita untuk mendidih membuat kita memiliki kerendahan hati untuk berubah, beradaptasi dengan perubahan lingkungan,” tutur Gubernur.

Selain itu, Bang Zul secara pribadi juga mengungkapkan apresiasinya kepada PGRI NTB yang telah bertahan melewati zaman yang terus berubah. Berorganisasi itu adalah keniscayaan dalam kehidupan, tutur Gubernur.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Indonesia (PB PGRI) Ali Rahim berharap, Konferensi Kerja III PGRI Provinsi NTB mampu melahirkan program-program strategis. Segala aspirasi anggota dapat diakomodir melalui forum yang bertema ”Bangkit guruku, maju negeriku, negara tumbuh, Indonesia tangguh dalam mewujudkan NTB gemilang”.

”Dan yang paling utama adalah menerima aspirasi dan laporan dari masing-masing kecamatan, dituangkan kabupaten kota untuk direkomendasikan sebagai program prioritas,” ujarnya.

Ali juga mengungkapkan PGRI NTB sukses menjalankan program tahun 2021. Bahkan, NTB jadi provinsi ke lima yang telah menuntaskan konferensi kerja. Karenanya, dia menghimbau kepada pengurus PGRI kabupaten kota untuk segera melaksanakan konferensi kerja.

Kegiatan rakor tersebut diikuti 180 perwakilan PGRI Se-NTB dan dihadiri oleh perwakilan Pengurus Besar PGRI, pengurus beserta pembina PGRI Provinsi NTB serta perwakilan pengurus PGRI sepuluh kabupaten kota di NTB. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *