SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17 Juli 2022)
Sebanyak 180 perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (PGRI NTB) mengikuti Konferensi Kerja III. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sumbawa Grand, Kabupaten Sumbawa, 15-16 Juli 2022 ini dihadiri perwakilan Pengurus Besar PGRI, pengurus beserta pembina PGRI Provinsi NTB serta perwakilan pengurus PGRI dari 10 kabupaten/kota di NTB.
Ketua PGRI NTB M Yusuf menjelaskan, konferensi kerja merupakan kewajiban organisasi sebagaimana tertuang di Anggaran Dasar dan Angggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI. Konferensi kerja dilaksanakan setahun sekali. Tujuannya untuk mengevaluasi program PGRI Provinsi NTB satu tahun berjalan. Dari hasil evaluasi kemudian dirumuskan dalam bentuk program kerja tahun berikutnya.
”Dalam konferensi ini dibahas, pertama laporan kegiatan PGRI NTB selama tahun 2021. Dilaporkan di tahun 2022. Bahas program 2022 apa saja. Evaluasi program tahun kemarin, apa yang kurang dan diperbaiki tahun ini,” katanya, Sabtu (16/7).
Setelah konferensi ini rampung dilanjutkan dengan konferensi kerja PGRI di tingkat kabupaten kota. Ia juga berharap kepada PGRI kabupaten kota untuk segera melaksanakan konferensi di daerahnya masing-masing.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Indonesia (PB PGRI) Ali Rahim berharap, konferensi kerja III PGRI Provinsi NTB diharapkan mampu melahirkan program-program strategis. Segala aspirasi anggota dapat diakomodir melalui forum tersebut. Paling utama adalah menerima aspirasi dan laporan dari masing-masing kecamatan, dituangkan kabupaten kota untuk direkomendasikan sebagai program prioritas.
Ali menilai PGRI NTB sukses menjalankan program tahun 2021. Bahkan, NTB menjadi provinsi kelima yang telah menuntaskan konferensi kerja. Karenanya, dia mengimbau kepada pengrus PGRI kabupaten kota untuk segera melaksanakan konferensi kerja.
Sebelumnya, Ketua Panitia Arahman Semba mengungkapkan, konferensi kerja III PGRI NTB mengusung tema “Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Negara Tumbuh, Indonesia Tangguh dalam Mewujudkan NTB Gemilang”. Kegiatan tersebut diikuti 180 perwakilan PGRI se-NTB.
Pertemuan dua hari itu diharapkan dapat melahirkan produk organisasi yang dapat mengakomodir kepentingan para guru. Sementara program yang telah disahkan diharapkan dapat terlaksana dengan baik.
“Harapan kami kegiatannya lancar sampai akhir. Program yang dilahirkan dapat mangakomodir kebutuhan guru, kepentingan guru, dan PGRI,” tandasnya. (SR)






