Solusi untuk Petani, FITH UTS Sulap Rumput Laut Jadi Pupuk “Marisol”

oleh -608 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Juni 2022)–Fakultas Ilmu Teknologi Hayati (FITH) Universitas Teknologi Sumbawa, turut ikut memberikan kontribusi nyata dengan mengembangkan produk-produk inovasi unggulan hasil karya dosen dan mahasiswa. Hal ini dilakukan guna menyukseskan program kerja universitas periode 3 yang tertuang dalam RPJP UTS 2013-2036. Konstribusi ini terkait peningkatan inovasi para civitas akademika.

Karena itu civitas akademika FITH bekerja sama dengan Sumbawa Technopark dan Start-up Archi Biotech telah mengembangkan salah satu produk inovasi unggulannya yaitu pupuk hayati Marisol yang berbahan baku limbah rumput laut dari pesisir Sumbawa. Inovasi tersebut digagas untuk menjadi solusi atas permasalahan para petani, khususnya di Sumbawa, yaitu kelangkaan dan mahalnya harga pupuk di pasaran.

Bahan baku pupuk Marisol adalah Sargassum sp., yang merupakan salah satu jenis rumput laut yang ketersediaannya melimpah di perairan Sumbawa. Hal ini menjadi nilai tambah dari produk ini, karena dosen dan mahasiswa FITH sekaligus mengampanyekan gerakan peduli lingkungan. Sargassum sp. diperoleh dari perairan Tanjung Pengamas, Kecamatan Labuhan Badas.

Selanjutnya rumput laut dikeringkan dan dicacah dengan mesin pencacah khusus rumput laut. Sargassum sp. yang telah dicacah dicampurkan dengan tanah subur dengan takaran tertentu dan disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara untuk proses fermentasi.

Pupuk hayati Marisol sebelumnya telah melalui serangkaian penelitian terkait efektivitasnya. Pengujian pada tanaman hias, didapatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pupuk bokashi dan kimia. Tanaman hias yang diberi pupuk Marisol memiliki bunga yang lebih besar dan pertumbuhan yang lebih cepat.

Pengujian pada jagung (tanaman pangan) menunjukkan penggunaan pupuk Marisol mempercepat pertumbuhan akar dan jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pupuk ini cocok digunakan untuk tanaman hias dan tanaman pangan. Marisol memiliki mikroba fungsional sebesar 1.05 x 106 CFU/g. Hal ini menandakan bahwa keragaman mikroba dalam pupuk hayati Marisol sangat tinggi.

Uji kualitas pupuk Marisol sesuai dengan Permentan No 261 Tahun 2019 masih dilakukan di Laboratorium Jasa Pengujian, Kalibrasi dan Sertifikasi IPB. Adapun pengujian yang dilakukan adalah C-Organik, C/N ratio, kadar air, logam berat (As, Hg, Pb, Cd, Cr, Ni), pH, hara makro (N, P2O5, K2O), hara mikro (Fe Total, Mn, Zn).

Pupuk hayati Marisol dikemas dalam kemasan 10 kg dan 5 kg, dengan harga masing-masing Rp28.000,00 dan Rp15.000,00. Kegiatan Expo UTS Road To MXGP merupakan launching pertama pupuk hayati Marisol yang merupakan hasil inovasi dosen dan mahasiswa FITH.

Dengan adanya kegiatan tersebut Pupuk Marisol menjadi terdengar di kalangan civitas akademika UTS dan masyarakat Sumbawa. Akan lebih baik jika ke depannya, Marisol diikutsertakan dalam pameran produk yang berkaitan dengan pertanian atau tanaman hias agar langsung menarik target pasar. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *