SUMBAWA BARAT (15 Juni 2022)–Keberadaan investasi di Sumbawa Barat diharapkan mampu memberikan kesejahteraan dengan memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Karena itu pemerintah diharapkan dapat mengatur setiap rekrutmen tenaga kerja melalui satu pintu yakni Dinas Ketenagakerjaan Sumbawa Barat.
Namun prilaku berbeda yang dilakukan oleh PT Bumi Pasir Mandiri (PT. BPM) yang merekrut tenaga kerja malalui BPM Denpasar. Melihat kondisi tersebut Bengkas Maluk Nusantara melakukan proses dengan menggelar aksi unjukrasa di Lembaga Inisiatif Bisnis (LIB), Selasa (14/6) kemarin.
Aksi ini juga dirangkaikan dengan pemasangan spanduk berisi “Kami Mendukung yang Mau Mitra Bisnis dengan PT. AMNT dengan Syarat Harus Taat Kepada Perbup Rekrutmen Satu Pintu Melalui Disnaker KSB”.
Dalam orasinya, Boy Teta menyatakan sangat terbuka terhadap investasi yang datang ke Sumbawa Barat. Namun setiap yang berinvestasi tersebut harus taat kepada aturan ketenaga-kerjaan yang sudah ditetapkan baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun daerah. “Kalau kalian tidak taat aturan, kami siap melawan kalian,” teriaknya.
Aturan rekrutmen satu pintu di Disnakertrans KSB menurutnya, sebagai upaya pemerintah untuk memberikan peluang kerja bagi masyakat KSB. Mereka mengatakan sangat percaya bahwa rekrutmen melalui Disnaker, pemerataan kesempatan kerja bisa didapatkan oleh masyarakat Sumbawa Barat. Untuk itu atas nama kesejahteraan masyarakat, pihaknya siap berjuang.
“Kami tidak ingin menjadi penonton di daerah kami sendiri, saat ini masih banyak masyarakat KSB yang sangat berharap bisa bekerja di PT.AMNT dan industri turunannya untuk memperbaiki taraf hidupnya,” ujarnya.
Pihaknya menuntut PT. AMNT dan PT. AMIN agar Subkontraktor yang mensupport pekerjaan di wilayah Batu Hijau segera melaporkan diri kepada Disnaker KSB. Bagi Subkontraktor PT. BPM, diminta untuk taat aturan dengan melakukan rekrutmen satu pintu melalui Dinas ketenagakerjaan KSB. Ketika permintaan ini belum bisa dipenuhi dalam waktu dekat, Bengkas Maluk akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak lagi.
Dikonfirmasi terpisah via whatsapp, Head Coorporate and Communication Amman Mineral, Kartika Oktaviana mengatakan pada prinsipnya Amman selalu menaati peraturan pemerintah yang berlaku, baik di level pusat maupun daerah.
“Kami juga telah dan akan terus menyampaikan himbauan kepada mitra bisnis untuk patuh kepada peraturan yang ada. Selain itu, kami juga menghimbau agar mitra bisnis melakukan koordinasi erat dengan pihak Disnaker, untuk menentukan langkah terbaik dalam hal rekrutmen tenaga kerja,” pungkasnya. (HEN/SR)






