INOVASI DAN PERAN KEPALA KELUARGA

oleh -463 Dilihat

Penulis: KHAIRON FIKRI

(Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen Inovasi Universitas Teknologi Sumbawa)

Inovasi saat ini menjadi sebuah perbiuncangan hangat dan paling didengungkan dalam setiap organisasi maupun system kekeluargaan, inovasi seolah dianggap sebuah manajemen dalam pengaturan waktu dalam kehidupan kita masing-masing, dan menjadi syarat kunci bagi sebuah keberhasilan bagaimanapun pengalamannya.

Ada banyak inovasi ,salah satunya adalah bahwa inovasi merupakan keberhasilan sosial dan ekonomi berkat ditemukan cara-cara baru atau kombinasi baru dari cara-cara lama ,sehingga berhasil menciptakan perubahan besar dalam hubungan nya dengan keluarga yang berguna dan bermanfaat bagi orang yang berumah tangga yang berprofesi sebagai seorang ayah atau lebih dikenal dengan sebutan kepala keluarga. Intinya dengan inovasi akan memunculkan keindahan, kemudahan , efektifitas dan efisien ,bagi keluarga maupun perorangan dalam menentukan niat sebuah keberhasilan.

Banyak orang lupa bahwa inovasi itu dihasilkan oleh sumber ilmu kehidupan yang diajarkan rosululloh SAW semenjak 1500 tahun yang silam,sampai digunakan saat ini sebagai dasar untuk menuju generasi kepemimpinan yang ber-akhlakul karimah serta bertaqwa kepada alloh SWT, dan inovasi yang baik justru seharus nya dengan banyak melihat dan melibatkan pikiran dan kemampuan kita dalam pengalaman yang dalam dengan melihat berusaha dan berdo’a, karna pada hakikatnya tidak ada sesuatu yang fana kecuali sang maha pencipta.

Artinya, apa yang dibutuhkan oleh manusia,dalam organisa maupun perorangan, dalam berkeluarga ataupun perindividu harus mempunyai respon yang baik, dengan saling menghargai dan saling mengasihi. Bukan malah sebaliknya, enggan berkumpul dan bersosialiasi maka akan menimbulkan dampak yang tidak harmonis dalam menjadi pemimpin kepala keluarga.

Dalam ajaran islam kepala keluarga dalam alqur’an telah disebutkan ,seorang laki-laki menjadi tolak ukur dengan terbentuk nya inovatif peran seorang ayah pada istri dan anaknya yang arus patuh atas setiap perintah yang dilakukannya.

Allah SWT berfirman:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka

Dalam kepala kepala keluarga prinsipnya adalah bahwa berinovasi mengubah dunia. Tapiu perlu di ingat, inovasi bukan hanya menyangkut penciptaan keharmonisan dalam keluarga saja, melainkan inovasi dapat dilakukan dalam segala aspek yaitu inovatif dalam mengatur pola makan anak, proses pembelajaran istri yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya, memberikan fasilitas yang di manajemen kan dalam bentuk sebuah inofatif baru dalam keluarga untuk tidak menggunakan HP (handphone) terus menerus disebabkan akan menimbulkan mudlorot yang begitu besar pengaruh nya pada seorang anak, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Telah ber-inovasi artinya mempermudah segala macam bentuk permasalahan keluarga, bahkan bisa memberikan antusias yang baik kepada kepala keluarga sebagai rujukan untuk mencapai kehidupan yang sakinah mawaddah warahmah. Bila dibiarkan yang semacam ini akan berdampak pengaruh yang besar kepada kepemimpinan dalam berkeluarga.

tragisnya dalam kegagalan hidup berumah tangga justru diungkap oleh orang yang pernah mengalaminya dan yang menemukan kerusakan yang berujung ketridak bahagiaan dalam berkeluarga mereka lebih gampang bercerai berai, sedangkan itu yang tidak diingankan oleh Alloh SWT dan rosulnya,karna tidak didasari oleh keimanan dan ketaqwaan serta mengatur manajemen berkeluarga sebagai bentuk inovasi baru dalam mencapai kebahagiaan.

Sepenggal cerita dalam kerusakan dan keterlambatan melakukan inovasi mengakibatkan suatu perkara yang fatal bagi anggota keluarga itu sendiri,meskipun saat ini mereka merasa yakin dengan pilihan dan dominasinya. Kesejahteraan dan dominasi dalam berkeluarga perlahan akan runtuh tidak harmonis, meskipun keinginan dan harta benda mereka tidak pernah berkurang, akan tetapi hati mereka tidak akan pernah merasakan kebahagiaan yang sejati.

Inovasi atau matinya sebuah ketenangan selain di tentukan kemampuan segenap anggota keluarga  dalam melakukan inovasi, juga harus ditentukan pola dan gaya kepemimpinan  pada setiap kepala keluarga. Gaya kepemimpinan dalam berkeluarga sangat menentukan banyaknya inovasi yang akan dihasilkan.

Inovasi pada dasarnya sangat di tentukan oleh kemampuan pemimpin kepala keluarga dalam menemukan , mengembangkan, memelihara, dan mendayagunakan potensi inovasi tersebut termasuk untuk memotivasi kepala keluarga meng-aktualisasikan seluruh potensi yang dimiliki.

Inovasi ternyata sangat kompleks dan tidak sesederhana yang di perbincangkan selama ini,inovasi harus disertai dengan kreatifitas , kesempatan, kemampuan pemimpin ,dan dilakukan secara komperensif, pilihanya adalah ber-inovasi atau tertinggal dan mati. (*)

 

 

 

 

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *