Sumbawa Barat, Samawarea.com (16 Juni 2022)–Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bappeda Litbang kini Brida (Badan Riset dan Inovasi Daerah) rutin melaksanakan Lomba Karya Ilmiah sejak tahun 2018 lalu.
Namun lomba ini selalu berakhir di atas kertas tanpa ada kelanjutan yang diterapkan di lapangan. Seyogyanya lomba karya ilmiah tujuannya untuk menggali pemikiran brilian dari warga Sumbawa Barat untuk diterapkan sebagai inovasi bagi kesejahteraan masyarakat.
Ditemui Samawarea.com, Rabu (15/6/2022), Kepala BRIDA melalui Kabid Litbang, Allein Erida Dg Iji, S.Psi, mengakui Lomba Karya Ilmiah sudah dilaksanakan mulai tahun 2018 lalu namun sempat terhenti di masa pandemi Covid. Tahun ini berlanjut dan prosesnya sudah dalam tahap akhir. Pesertanya pun setiap tahun selalu meningkat dengan menampilkan hasil karya ilmiah yang luar biasa dan beragam.
Terkait dengan tidak adanya kelanjutan dari hasil karya itu, Allein mengakuinya. “Memang selama ini akhir di kegiatan itu hanya sampai dibuat dalam bentuk jurnal tanpa ada penerapan langsung di lapangan,” akunya.
Dengan adanya OPD baru yaitu Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang dibentuk tahun 2022 ini, menurut Allein, akan menjadikan lomba karya ilmiah bukan hanya berakhir sebatas kertas tapi akan dikawal sampai penerapan di lapangan.
Ini dilakukan untuk mempercepat laju perekonomian agar masyarakat mendapat kesejahteraan. Sebab saat ini pihaknya memiliki bidang inovasi, sehingga hasil dari lomba tersebut akan diteruskan oleh bidang inovasi dan dibina sampai penerapan di lapangan.
“Kami di Bidang Litbang akan terus menggali ide-ide dari masyarakat Sumbawa Barat yang dituangkan dalam Karya Ilmiah sebagai sumbangsih pemikirannya ke daerah agar terus maju, karena kalau semua masyarakat KSB mau menyumbangkan pikirannya untuk membangun KSB maka saya yakin KSB akan semakin maju kedepannya,” jelasnya.
Dalam lomba ini lanjut Allein, semua unsur dilibatkan mulai dari pelajar SMA, mahasiswa dan umum. Sebelum lomba, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk memaksimalkan dalam menggali pemikiran masyarakat Sumbawa Barat.
“Kadang banyak yang mempunyai ide tapi tidak ada tempat menyalurkan, sehingga kami hadir untuk menampung semua ide dan gagasan masyarakat. Apabila ada masyarakat yang bingung dalam pembuatan karya ilmiah kami juga ada program bimbingan pembuatan karya ilmiah,” pungkasnya. (HEN/SR)






