SUMBAWA–Sebanyak 219 siswa SMA Negeri 1 Plampang Angkatan 23 Tahun Pelajaran 2021-2022 diwisuda, Sabtu (24/4/2022) kemarin. Wisuda ini sebagai tanda bahwa para siswa setempat telah menyelesaikan pendidikannya di tingkat sekolah menengah sekaligus untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Hadir dalam acara tersebut, Camat Plampang, Ketua TP-PKK Kecamatan, Pengawas Dikbud Provinsi NTB, KCD Sumbawa, Danposramil, pengurus komite, Kepala SMP dan SMA/SMK se-Kecamatam Plampang dan orangtua siswa.
Kepala SMAN 1 Plampang, Saparuddin, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya menyebutkan, bahwa siswa yang diwisuda berasal dari dua jurusan yakni IPA dan IPS. Para siswa ini telah menuntaskan pendidikannya tahun ini.
Ia berharap siswanya yang diwisuda tidak berpuas diri, karena waktu masih sangat panjang untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Tentu ke depan, para siswanya dapat menjadi generasi harapan bangsa dan pemimpin masa depan.
Setelah mewisuda siswanya, Kepala SMAN 1 Plampang mengembalikan siswa tersebut kepada orang tuanya melalui Ketua Komite Burhanuddin Nding, S.Pd yang ditandai dengan penandatanganan Naskah.
“Kami menyampaikan terimakasih kepada orang tua siswa karena telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di SMAN 1 Plampang. Setelah tiga tahun menimba ilmu, maka hari ini waktunya pihak sekolah mengembalikan siswa kepada orangtua masing-masing,” kata Saparuddin.
Ia berharap, pendidikan karakter moral yang sudah diberikan di sekolah selama ini mendorong siswa menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan negara.
Sementara Perwakilan Siswa Kelas XII, Bagas menyampaikan isi hatinya. Setelah 3 tahun menempuh pendidikan di SMAN 1 Plampang banyak kesan yang membekas baik suka dan duka mereka lalui bersama. Tentunya ada rasa berat meninggal sekolah yang telah mampu mendidik mereka dengan baik.
“Terima kasih kami ucapkan kepada bapak dan ibu guru atas pengorbanan dan waktunya dalam mendidik kami semua sehingga menjadi dewasa, penuh tanggung jawab dan berbakti kepada orang tua,” ujarnya lirih.
Ucapan yang sama disampaikan Abdurrahman—orang tua siswa. Ia mengaku banyak perubahan yang terlihat dari para siswa termasuk anaknya setelah mendapat pembinaan dan pendidikan di sekolah tersebut. Perubahan ini terlihat pada perilaku moral dan sikap baik di rumah maupun sekolah. “Tanpa sentuhan tangan dingin guru, anak kami tidak akan berhasil,” pungkasnya. (BUR/SR)






