KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFO KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT–Kabupaten Sumbawa Barat kini memiliki organisasi perangkat daerah (OPD) baru yani Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Hal ini menyusul dilantiknya Kepala BRIDA KSB oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM, bersamaan dengan 163 pejabat lainnya, Jumat (8/4) kemarin.
BRIDA merupakan OPD peleburan dari Bappeda Litbang Kabupaten Sumbawa Barat yang memiliki tanggungjawab khusus bagaimana inovasi di daerah tersebut dapat diterapkan oleh lingkup pemerintah maupun masyarakat.
Menurut Bupati, jika dilihat secara nasional, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan alasan pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), karena Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) belum secara maksimal menerapkan inovasi itu sendiri.
Demi memecah kebuntuan dari riset ke inovasi, pemerintah membentuk BRIN yang diharapkan bisa menyinergikan semua potensi riset. Potensi riset dan inovasi yang ada tidak hanya ada di perguruan tinggi, tapi juga litbang di Kementerian, BUMN, Perusahaan Swasta, dan masyarakat sendiri.
Pemerintah bertugas memfasilitasi agar dunia usaha bisa memahami apa yang dilakukan oleh dunia penelitian dan perguruan tinggi. Dunia perguruan tinggi juga bisa membaca apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan pasar serta dunia usaha. Pemerintah berada pada posisi di tengah-tengahnya, yaitu memfasilitasi dan mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Dengan demikian akan adanya sinergi yang lebih dalam dari seluruh komponen untuk penelitian, pengembangan dan inovasi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan juga oleh Bupati bahwa keberadaan BRIDA KSB dapat mendorong tumbuhnya inovasi. “Melalui inovasi, waktu pelayanan bisa kita perpendek, seperti contohnya pengurusan arsip yang ada di masing-masing SKPD. Demikian juga berkaitan dengan posisi Kabupaten Sumbawa Barat dalam inovasi daerah, saat ini KSB berada pada posisi papan tengah. Dengan adanya BRIDA, tentu ini akan dapat ditangani secara khusus dan yang terpenting adalah bagaimana riset-riset yang dihasilkan dari Pemerintah Daerah dapat diterapkan di lingkungan perusahaan dan masyarakat,” pungkasnya. (HEN/SR)






