Kritisi ASN Panen Jagung, Jamal: Kelompok Omong Besar, Isi Otaknya Negatif

oleh -408 Dilihat
Wail Bupati Sumbawa, Dewi Noviany M.Pd komandani aparatur panen jagung di lokasi MXGP Samota

SUMBAWA—Persiapan pelaksanaan Kejuaraan Motocross Dunia (MXGP) Samota di Sumbawa, terus dikebut. Salah satunya adalah penyiapan lahan yang digunakan sebagai sirkuit MXGP. Mengingat sirkuit MXGP Samota saat ini sedang dalam tahap pengerjaan, lahan tersebut harus bersih. Sementara kondisi di lapangan di lahan tersebut masih berisi tanaman jagung yang siap panen.

Untuk mempercepat proses panennya, Pemda Sumbawa selaku tuan rumah, turun tangan. Pemda mengerahkan seluruh ASN, tenaga kontrak dan sukarela khususnya laki-laki untuk bergotong-royong melaksanakan panen raya. Bahkan Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany S.Pd., M.Pd ikut membaur melakukan panen jagung. Selain itu masyarakat umum ikut berkonstribusi sebagai keterlibatan mereka dalam mendukung suksesnya MXGP.

Meski demikian pengerahan aparatur pemerintah untuk panen jagung ini mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Mereka membully pemerintah yang dinilai dengan gotong royong itu lebih menguntungkan pemilik lahan dan petani pemilik jagung. Sebaliknya banyak juga yang memberikan dukungan terhadap langkah Pemda dalam mengerahkan ASN.

Dukungan ini datang dari Jamal salah seorang warga yang terlibat dalam panen jagung “MXGP”. Ia mengaku salut dengan langkah Pemda mengerahkan aparaturnya untuk mempercepat kesiapan dalam menyambut MXGP ini. Ia menilai orang yang mengkritisi hal itu adalah kelompok yang cenderung berprasangka buruk, dan tidak memberikan konstribusi apa-apa dalam mendukung event yang diyakini memberikan dampak signifikan bagi pembangunan daerah ke depan.

“Mereka hanya taunya kritik dan omong besar, padahal mereka tidak pernah berkonstribusi khususnya mendukung pelaksanaan MXGP ini. Taunya hanya ngomong aja tapi tak mampu berbuat. Mereka ini golongan orang-orang sinis dan di otaknya selalu berpikiran negatif,” tudingnya.

Hal senada dikatakan Sirajuddin–warga lainnya. Diakui warga Kota Sumbawa ini, sebelumnya kelompok sinis ini mencurigai pelaksanaan MXGP akan mengeruk dana APBD. Atas kecurigaan ini, berbagai umpatan dialamatkan ke Pemda Sumbawa, dan menuding MXGP merugikan karena tidak memberikan keuntungan apa–apa bagi daerah.

Pemerintah daerah pun telah menegaskan bahwa dalam pelaksanaan MXGP tidak menggunakan anggaran APBD Sumbawa, semua berasal dari sponsor. Karena tak menggunakan anggaran dan tidak adanya anggaran APBD, ungkap Sirajuddin, Pemda menggunakan cara gotong-royong untuk menyukseskan MXGP ini.

Salah satunya mengerahkan aparaturnya untuk panen jagung di lokasi MXGP agar lokasinya bisa secepatnya ditata karena waktunya sudah mepet. “Saya menduga modus dan misi para pengkritik ini untuk menggagalkan MXGP,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany S.Pd., M.Pd mengatakan, pengerahan aparatur untuk panen jagung di lokasi MXGP yang dikemas dalam kegiatan gotong royong, sebagai ikhtiar bersama dalam menyambut event dunia tersebut. Gotong-royong ini sebagai bagian dari euforia dan kebanggaan pemerintah dan masyarakat Sumbawa atas terpilihnya Samota sebagai tuan rumah.

Gotong-royong ini juga dilaksanakan untuk proses penyiapan lahan bagi percepatan pembangunan sirkuit. Selain itu sebagai bentuk sumbangsih Pemda dan masyarakat karena pelaksanaan MXGP ini tidak menggunakan anggaran daerah, tapi diyakini mampu memberikan konstribusi bagi pembangunan daerah ke depan.

“Kita tidak boleh jadi penonton, kita harus berbuat apa yang bisa kita perbuat. Kita harus mengatasi persoalan yang ada secara bersama-sama termasuk keberadaan tanaman jagung di lokasi MXGP. Menjadi tuan rumah adalah kesempatan emas bagi Sumbawa karena banyak daerah yang menginginan MXGP ini digelar di daerahnya. Sekarang sudah ditetapkan di Samota, tak ada cara lain, kecuali menyukseskannya,” cetus Wabup yang akrab disapa Novi.

Wabup mengakui banyak menerima kritikan. Meski demikian, tidak semua kritikan ditanggapi, hanya yang bersifat konstruktif dijadikan motivasi dan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Intinya, pihaknya tetap focus bagaimana MXGP ini berjalan tanpa hambatan.

“Ini perdana bagi kita. Ketika ada kekurangan dalam pelaksanaannya nanti, itu wajar dan akan terus diperbaiki, sebab kontrak MXGP Samota ini berlangsung selama 4 tahun. Artinya MXGP di Samota akan tetap digelar pada beberapa tahun mendatang,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *