Dilirik Dua Parpol Besar, Boris Siap Rebut Kursi Senayan 2024

oleh -583 Dilihat

SUMBAWA–Meski Pileg 2024 terbilang masih lama, namun tensi politik cukup dinamis. Banyak figur yang muncul untuk menyiapkan diri melenggang ke Senayan baik sebagai Calon Anggota DPR RI maupun DPD RI.

Khusus Pulau Sumbawa, selain calon incumbent yakni H Johan Rosihan ST dan H. Muhammad Syafruddin, ST, sempat tercetus nama Hj Dinda dan Musyafirin–keduanya masih menjabat sebagai Bupati Bima dan KSB. Untuk calon DPD RI, ada nama Jamhur Husain dari kalangan Jurnalis dan KH Zulkifli Muhadli mantan Bupati KSB dua periode.

Kali ini secara mengejutkan muncul nama Boris Syaifullah, pengusaha sukses yang kini menjadi bagian penting di tubuh KADIN pusat. Putera asli Sumbawa kelahiran Labuan Kuris Kecamatan Lape ini, bakal menjadi saingan terberat para calon anggota DPR RI di Pulau Sumbawa.

Nama Presiden Direktur sekaligus pendiri PT. Borsya Cipta Communica saat ini cukup booming. Ini karena kesuksesannya dalam meniti bisnis yang bergerak di bidang telekomunikasi berskala nasional dengan jaringan luar negeri.

Boris sapaan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea ini selain menjadi pengusaha kabel serat optic, dia juga saat ini sebagai Dewan penasehat KADIN Kota Bandung.

Ditemui samawarea.com, Rabu (23/3) malam, tidak menampik kabar dirinya akan terjun ke dunia politik. “Bismillah, saya siap mengikuti kontestasi Pemilu 2024 mendatang menjadi calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Pulau Sumbawa,” ucapnya dalam menjawab tanda tanya masyarakat yang siap mendukungnya.

Ia mengaku sudah ada dua partai politik besar yang memberikan jalan baginya untuk meraih keinginan tersebut. Saat ini pihaknya masih ‘beristikharah’ untuk memilih satu di antara dua partai tersebut.

“Insyaa Allah, September saya akan memberikan jawaban partai mana tempat saya berlabuh,” kata Boris yang enggan menyebutkan dua Parpol dimaksud.

Terjunnya di dunia politik, ungkap Boris sudah melalui pertimbangan yang matang. Ini bagian dari strategi dalam menjaga kerajaan bisnis yang telah ia tekuni selama ini. Bisnis dan politik adalah dua kegiatan yang saling berkaitan. Bisnis dapat menunjang politik, demikian juga sebaliknya. Aktivitas bisnis dapat dimudahkan karena adanya kegiatan politik.

Sebaiknya, politik dapat dipermudah karena adanya kegiatan bisnis. Jika keduanya berjalan sukses akan berdampak pembangunan di sektor lainnya. Termasuk ambisinya dalam membangun generasi muda dengan sentuhan teknologi.

Semua ini akan bermuara pada pengabdiannya untuk membangun Pulau Sumbawa terutama tanah kelahirannya, Tana Samawa.
Untuk diketahui Boris Syaifullah yang sempat mengenyam pendidikan di SMA Negeri 2 Sumbawa mengawali perjuangan hidupnya dengan menjadi pekerja migran di Korea.

Karena dedikasi dan kejujurannya, dia dari pekerja biasa mendapat kepercayaan memimpin perusahaan Korea di Indonesia menjadi Direktur selama kurang lebih 2 tahun. Tepatnya pada 17 November 2015, semua fasilitas menggiurkan dari perusahaan asing itu ditinggalkan dan memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri, yang diberi nama Borsya Cipta Communica (BCC). Borsya merupakan singkatan dari namanya, Boris Syaifullah.

Usaha ini ia rintis dari nol hanya bermodal jaringan bisnis dan kolega. Kini dia memiliki saham BCC 100 persen. Dan untuk memastikan kepemilikan saham tersebut, dapat diakses di web AHU Dirjen Administrasi Hukum Umum, Kemenkum HAM RI’.

Sejak berdiri, perkembangan BCC sangat pesat, seiring kebutuhan jaringan dan infrastruktur internet di Indonesia. Tahun 2018, BCC merupakan perusahaan pembayar pajak terbesar di Kota Bandung. Tentu bisa dibayangkan omzetnya perbulan.

Seiring dengan pertumbuhan yang mengesankan, sejumlah organisasi profesi mulai melirik dan melibatkannya. Misalnya di tahun 2019 mengikuti kompetisi merebut Ketua KADIN Jabar, meski gagal merebut kursi ketua, namun ia tetap dipercaya di Divisi Urusan Korea.

Pada tahun yang sama Boris diberikan amanah memimpin Asosiasi Pengusaha Nasional Telekomunikasi (Apnatel) dan sejumlah jabatan di beberapa organisasi lainnya termasuk duduk di jajaran pengurus KADIN Pusat Tahun 2021. Terbaru, menjadi Dawan Penasehat KADIN Bandung.

Namun dia menyadari memiliki nama besar di Pulau Jawa, tidak membuatkan berbesar kepala, justru sebaliknya merasa sedih. Sebab ia merasa belum berkonstribusi besar bagi tanah kelahirannya, Kabupaten Sumbawa. Karena itu dia ingin berbuat. Salah satunya berhasil mendirikan SMKN Borsya yang kini sudah memasuki tahun kedua.

Menurut Boris, berinvestasi di dunia pendidikan sebagai upayanya dalam memperluas ladang pengabdian atas rezeki yang diberikan Yang Maha Kuasa. Semua operasional ditanggung sepenuhnya kantor Pusat BCC, tak ada sepeserpun dana pusat dan daerah. Yang luar biasanya lagi, pada tahun pertama semua siswa dibebaskan dari semua pungutan termasuk seragam sekolah.

Ia menginginkan keberadaan SMK Borsya dapat melahirkan tenaga terampil dan siap pakai di jaringan infrastruktur khususnya di jaringan bisnis BCC yang masih sangat kekurangan.

Ke depan SDM lulusan dari SMKN Borsya tidak menjadi masalah dalam pengembangan bisnis BCC.
BCC dan Boris menyadari, untuk memacu bisnis harus dengan strategi dan bersiasat. Membangun branding, masuk organisasi profesi untuk menghimpun kekuatan dan daya tekan, serta membangun jaringan adalah caranya.

Semua itu membutuhkan dana besar. Efek dari strategi ini semakin mencuatnya sosok dan branding, Boris dan BCC. Sudah tentu banyak pertanyaan, dan akan menjadi sasaran tembak. Sesuatu yang wajar dan tentu saja Boris, BCC dan kawan-kawannya telah menyiapkan diri untuk itu. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *