SUMBAWA BARAT – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) meraih piagam penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tingkat nasional.
Penghargaan ini diberikan pasca dimulainya periode Memorandum of Understanding (MoU) antara AMMAN dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sehubungan dengan upaya bersama penurunan angka stunting di KSB pada Apel Syukur, Senin (21/3).
Proses penandatanganan dihadiri oleh Bupati KSB Dr. Ir. H. W. Musyafirin M.M. beserta jajaran, serta perwakilan Manajemen AMMAN.
Dalam pidatonya, Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin M.M, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh AMMAN. “Kerjasama ini merupakan salah satu bukti nyata sinergi lintas sektoral antara pemerintah dan pihak swasta untuk memenuhi salah satu hak dasar masyarakat, yaitu kesehatan.
“Kedepannya, kami berharap semakin banyak pemangku kepentingan terkait yang dapat mencontoh upaya bersama ini demi tercapainya Generasi Emas Indonesia di tahun 2045, terutama di wilayah Pariri Lema Bariri,” ujar Musyafirin.
Secara terpisah, Head of Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, menjelaskan bahwa pengurangan angka stunting harus menjadi perhatian penting oleh seluruh elemen masyarakat, oleh karenanya juga menjadi bagian dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dicanangkan perusahaan untuk menciptakan warisan terbaik bagi generasi penerus KSB.
“Melalui program kerjasama ini, AMMAN akan terlibat dalam hal peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan pendamping pengurangan stunting untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan dalam pencegahan dan pengurangan angka stunting, termasuk diseminasi pengetahuan terkait pola asuh pada seribu hari pertama,” jelas Priyo.
Hasil pemantauan status gizi berdasarkan e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) Dinas Kesehatan KSB pengukuran bulan Februari tahun 2022, persentase KSB berada pada kisaran 9,22 persen.
Menurut definisi dari World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak sebagai akibat dari dari gizi buruk, infeksi berulang, serta stimulasi psikososial yang tidak memadai.
Berbagai dampak stunting seperti menurunnya perkembangan kognitif otak, kekebalan tubuh, dan ukuran tubuh akan memberikan dampak jangka panjang yang dapat mengurangi tingkat produktivitas dan daya saing.
Akar permasalahan stunting antara lain karena kurangnya pengetahuan orang tua dan pendamping mengenai pentingnya asupan gizi minimum pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Penelitian Bank Dunia menunjukkan bahwa, rata-rata negara-negara kehilangan 7 persen dari PDB per kapita karena tidak mengatasi stunting ketika angkatan kerjanya masih usia anak. Penurunan angka stunting juga merupakan target yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memastikan kualitas angkatan kerja di masa mendatang.
Tentang AMMAN
AMMAN merupakan grup perusahaan penambangan dan pengolahan tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Grup AMMAN di antaranya terdiri dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) yang mengoperasikan tambang Batu Hijau serta PT Amman Mineral Industri (PT AMIN) yang membangun dan mengoperasikan fasilitas smelter.
Sejak mengakuisisi tambang Batu Hijau di tahun 2016, AMMAN berhasil melakukan transformasi secara signifikan untuk menjadikan operasi pertambangan lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Mulai November 2020, AMMAN secara resmi memperkenalkan logo dan visi misi perusahaan yang baru, demi mendorong inovasi dan mewujudkan diri sebagai organisasi transformatif yang menciptakan warisan terbaik. (*)






