SUMBAWA—Setelah ditunjuk menjadi salah satu rumah sakit yang terlibat dalam kejuaraan Motocross dunia atau MXGP (Motocross Grand Prix), RSUD Sumbawa berbenah dan melakukan berbagai persiapan. Mulai dari sumberdaya manusia, fasilitas dan peralatan, hingga ruangan berstandar yang nantinya akan digunakan untuk memberikan pelayanan medis dalam mendukung event internasional yang akan dilaksanakan di Samota—Sumbawa, Juni 2022 mendatang.
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/2/2022), mengakui ada dua rumah sakit di Kabupaten Sumbawa yang terlibat dalam MXGP, yaitu RSUD Sumbawa dan Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA).
Hasil rapat bersama RSMA, Kadis Kesehatan Propinsi dan kabupaten belum lama ini, menegaskan bahwa fasilitas maupun pelayanan medis untuk MXGP nanti, harus memenuhi standar internasional. Hanya belum diketahui secara pasti apakah RSUD Sumbawa akan menangani crosser dan kru MXGP, atau penonton MXGP.
“Apapun itu, yang penting kami sudah siap. Ini juga tergantung dari keinginan tim dari MXGP yang akan turun melakukan penilaian. Ketika masih dianggap ada yang kurang, akan kami benahi,” ungkap dr. Dede.
Untuk persiapan ini, RSUD Sumbawa telah membentuk tim yang diketuai Dokter Spesialis Ortopedi. Dokter Spesialis Ortopedi yang dimiliki RSUD Sumbawa adalah satu-satunya di Pulau Sumbawa. Selain itu Dokter Spesialis Ortopedi ini telah bersertifikat internasional. Mengenai sarana prasarana, meski RSUD Sumbawa masih type C menuju Type B, namun fasilitas yang dimiliki memenuhi standar.
Misalnya di IGD dan ICU, standar pelayanan, ruangan, dan peralatannya sudah type A. RSUD memiliki mobil ambulance berstandar internasional. Ruang pelayanan V-VIP pun juga tersedia cukup representatif, lokasi di RSUD Sering. Demikian untuk dokter spesialis. Sejauh ini RSUD sudah memiliki 28 orang dokter spesialis. Namun belum memiliki dokter spesialis bedah syaraf. Kekurangan inilah yang akan dikomunikasi dengan Pemprov dan pemerintah pusat.
Mengenai jarak dari Samota sebagai lokasi pelaksanaan MXGP, dr. Dede mengaku bahwa RSUD Sumbawa termasuk RSUD Sering, sangat dekat, dengan akses yang sangat lancar. Ketika terjadi emergency, pasien dapat diterbangkan menggunakan Helikopter dari lokasi menuju Bandara lalu ke RSUD yang jaraknya hanya hitungan detik. Bahkan di RSUD Sering cukup memungkinkan untuk didarati Helikopter.
“Saat rapat, semua ini sudah kami paparkan mulai dari akses, fasilitas, hingga sumberdaya. Segala persiapan ini akan kami maksimalkan untuk suksesnya kegiatan ini. Jika dari persyaratan-persyaratan yang ditetapkan tim MXGP masih terdapat kekurangan, itu yang akan didukung oleh pemerintah provinsi atau pemerintah pusat,” demikian dr. Dede. (SR)






