Wakil Ketua DPRD Syamsul Fikri Resmi Sandang Sabuk Hitam DAN IV

oleh -383 Dilihat

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9 November 2021)

Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri AR, S.Ag., M.Si resmi menyandang sabuk hitam DAN IV. Hal ini setelah Fikri—sapaan Ketua KONI Sumbawa ini mendapat sabuk kehormatan itu langsung dari Sekjen PP Inkai, Sihang Syamsuddin dan Dewan Guru PP Inkai Indonesia, Sihang Syahril Effendi.

Penyematan sabuk prestisius ini dilakukan pada Pembukaan Kejuaraan Karate Regional Sumbawa Cup 1 (Bali, NTB, NTT) Tahun 2021, di GOR Mampis Rungan, Sumbawa Besar, Selasa (9/11) sore tadi.

Hadir menyaksikan, Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda, Pimpinan dan Anggota DPRD, Anggota Forkopimda, Kadis Dikbud, Ketua MUI, dan para Ketua Cabang Olahraga (Cabor), serta ratusan karateka.

Dalam sambutannya, Syamsul Fikri menyambut haru penyematan sabuk hitam dan kehormatan tingkat (DAN) IV atas dirinya. Sabuk hitam keempat ini ungkapnya, bukan sebatas simbolik namun amanah yang melekat untuk ditunaikan. Pemberian ini memberikan makna bahwa jiwa dan raga harus bisa dipertaruhkan untuk kemajuan INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Untuk dunia karateka, ungkap Fikri yang juga Ketua KONI Sumbawa ini, dia bukan orang baru. Ia pernah menjabat Ketua Inkai Sumbawa pada Tahun 2016–2017. Sebelum dia menjabat, Inkai Sumbawa stagnan, tidak ada aktivitas. Setelah itu Inkai bergairah, karena berbagai event digelar baik skala kabupaten maupun propinsi.

Selanjutnya, Fikri menjabat Ketua Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Kabupaten Sumbawa. Sama seperti Inkai, Forki kaya event. Pernah menggelar kejuaraan se-NTB, Bupati Cup dan lainnya.

Karenanya ia mengingatkan kepada generasi penerus maupun para karateka untuk berpegang pada tujuan didirikannya Inkai. Yakni mendidik manusia seutuhnya yang berkepribadian luhur, berbudi pekerti, memiliki daya juang yang tinggi, dan menjunjung nilai-nilai etika.

“Kekuatan dipergunakan sebagai pilihan terakhir, dimana kemanusiaan dan keadilan tidak dapat mengatasi. Tetapi apabila kepalan dipergunakan dengan bebas tanpa pertimbangan, maka yang melakukan akan kehilangan harga diri di hadapan orang lain,” ungkap Fikri mengutip nasehat tokoh karate, Gichin Funakoshi. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *