Dinas Pertanian Atur Tata Niaga Ayam Potong di Sumbawa Barat

oleh -514 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFO KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (9 November 2021)

Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat menggelar pertemuan dengan pengusaha dan peternak ayam potong lokal. Pertemuan ini untuk mengatur tata niaga ayam potong di Sumbawa Barat.

Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, Senin (8/11) mengatakan dengan pengaturan tata niaga ini tidak ada yang dirugikan. Dari pertemuan itu sudah disepakati bahwa pegusaha lokal tidak lagi mengambil ayam potong dari luar KSB, itu jika kebutuhan ayam potong bisa terpenuhi oleh peternak local. Artinya,  setiap peternak lokal panen harus dibeli oleh pengusaha. “Kalau ayam peternak lokal sudah habis baru pengusaha boleh mengambil dari luar KSB sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumbawa Barat,” imbuhnya.

Sedangkan untuk peternak, setiap panen ayam potong harus sesuai dengan standar dan syarat syarat kebutuhan pasar. Seperti ukurannya dilihat dari beratnya dan kualitas ayamnya harus bagus. Karena akan mempengaruhi daya jual ayam tersebut. Standar harga beli pengusaha juga diatur agar peternak lokal tidak rugi yaitu perkilonya 25 ribu. “Kenapa harga beli di Sumbawa Barat lebih mahal, karena harga pakannya juga lebih mahal dibandingkan pakan di Lombok, jarak tempuh juga mempengaruhi harga,” ujarnya.

Dengan intervensi pemerintah, Ia yakin peternak lokal ayamnya bisa terserap, kebutuhan tetap terpenuhi, dan harga bisa tetap stabil. “Untuk mrngamankan semua ini, kalau ada ayam yang masuk tanpa ada rekomendasi dari dinas maka kami akan menyita ayamnya,” tegasnya.

Salah seorang pegusaha ayam potong, Zainuddin menyatakan sangat setuju dengan keputusan rapat. Asalkan kualitas bisa terjamin, dan daya beli masyarakat bagus. “Masyarakat kalau membeli ayam pasti akan dipilih yang bagus kualitasnya, soal harga disesuaikan dengan yang diatur oleh pemerintah, karna saya menilai pola yang digunakan oleh pemerintah ini juga bagus, memikirkan semua bukan hanya peternak lokal, kami pengusaha diperhatikan agar kita juga tidak rugi dalam usaha, mudah mudahan kita semua bisa berkomitmen agar semua berjalan beriringan bukan saling menjatuhkan,” jelasnya.

Peternak lainnya, H. Samsul mengaku bersyukur adanya penataan niaga ayam potong di Sumbawa Barat. Selama ini pihaknya selalu mengeluh karena harganya sering anjlok. “Karena tidak ada yang mengatur masuknya ayam dari luar, sering kali waktu kami panen bersamaan dengan masuknya ayam dari luar yang harganya lebih murah, sehingga kami mau ngak mau harus menyesuaikan. Sebab semakin lama kita tahan maka semakin besar kerugian kita,” pungkasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *