Pasca Tewasnya 4 Penambang, Lokasi Tambang di Gapit Ditutup Polisi

oleh -386 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 Oktober 2021)

Polisi langsung menutup lokasi tambang emas illegal di Desa Gapit Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Langkah ini dilakukan menyusul adanya empat penambang yang tewas di dalam lubang galian lokasi setempat, kemarin.

Kapolres Sumbawa, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK, melalui Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K, Kamis (7/10/21) membenarkan bahwa pasca evakuasi empat korban dari dalam lubang, lokasi sudah disterilkan dan dipasang police line.

Selain itu sudah dipasang spanduk himbauan agar warga tidak melakukan aktivitas penambangan emas di lokasi karena sangat membahayakan dan mengancam nyawa. “Lokasi sudah kita tutup. Anggota Polsek Empang, sudah memasang garis polisi di lokasi,” tegasnya.

Menurut Ivan, empat korban meninggal di lubang tambang ini, murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan. Para korban menghirup racun dari mesin genset. Kepolisian sudah menawarkan keluarga agar jasad korban diotopsi. Namun keluarga menolak dan sudah ikhlas menerima jasad korban untuk segera dimakamkan.

Untuk diketahui, empat orang bersaudara, yaitu Said (33), Ucok (29), Robi (21) dan Silet (29) melakukan penggalian emas di lokasi Plempit Lenying, Desa Gapit, Kecamatan Empang, Jumat lalu.

Namun hingga hari Rabu tidak satupun dari korban yang keluar dari dalam lubang galian. Keempatnya kemudian ditemukan meninggal dunia di dalam lubang tersebut, Rabu (6/10) sore sekitar pukul 15.00 Wita. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *