SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 September 2021)
Universitas Teknologi Sumbawa kini telah berusia 8 tahun. Banyak capaian yang diraih baik di level local, regional, nasional, maupun internasional. Selain itu ribuan sarjana telah dihasilkan, tersebar di dunia kerja, dan sebagiannya melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama baik di dalam maupun luar negeri melalui berbagai program beasiswa.
Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D saat memimpin acara Wisuda Tahun Akademik 2020/2021 yang dihadiri Gubernur NTB, Sabtu (4/9), menyebutkan, UTS di usianya yang ke-8, berhasil masuk pada 10 % Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia. UTS berada pada peringkat ke 329 dari 4.582 perguruan tinggi di Indonesia, serta menempati posisi ke-2 perguruan tinggi swasta se-NTB. Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh bidang, seluruh karyawan dan dosen UTS serta dukungan seluruh stakeholder.
Sebagai wujud komitmen UTS untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan, ungkap Rektor, maka UTS telah mengimplementasikan Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Implementasi kegiatan di luar perguruan tinggi yang meliputi magang bersertifikat dan proyek di desa (Program Merdeka-Desa Binaan) selama 1 semester telah dilaksanakan untuk 3 gelombang.
Tercatat sebanyak 45 desa mitra dan lebih dari 1.000 mahasiswa terlibat dalam program tersebut. Program Merdeka-Desa Binaan merupakan bentuk sinergi harmonis yang melibatkan banyak pihak. Meliputi perguruan tinggi (UTS), bisnis, masyarakat dan pemerintahan (Pemerintahan Kabupaten Sumbawa dan DPRD Kabupaten Sumbawa). Program ini menargetkan capaian berupa produk (One Village one Product), Desa Wisata, Desa Digital, Desa Budaya dan Desa Rapi Administrasi.
Selama masa interaksi dan implementasi teknologi, jelasnya, civitas akademika UTS bersama masyarakat dapat menghasilkan 154 produk inovasi atau unggulan desa berupa produk makanan, produk kesehatan, pupuk, skincare tradisional, paving block dari sampah, budidaya perikanan, alat pertanian dan cindera mata.
“Kami sangat berterima kasih atas sumbangsih dari Pemerintahan Kabupaten Sumbawa, DPRD Kabupaten Sumbawa, dan pemerintah desa terkait. Hal ini menunjukkan bahwa UTS tidak hanya memiliki prestasi yang mendunia, namun UTS juga mampu membumi dan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sebagai institusi pendidikan dimana riset dan inovasi selayaknya berawal, lanjut Rektor Chairul, UTS berhasil memposisikan diri pada urutan ke 172 dari 5.149 lembaga riset berdasarkan Peringkat Indeks SINTA (Science and Technology Index). Tercatat sebanyak 318 riset dan 61 Hak Kekayaan Intelektual mampu dibuat dan diseminasikasikan oleh dosen dan mahasiswa UTS dalam 1 tahun terakhir. Hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut merupakan ikhtiar UTS untuk memberikan solusi atas permasalahan mitra dan masyarakat.
Pada bidang kemahasiswaan, bebernya, mahasiswa UTS mampu meraih puluhan hibah pada tingkat nasional. Antara lain Hibah PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa), PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), KBMI (Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia) dan Wirausaha Muda NTB. Tak hanya itu, elang-elang muda terus berprestasi dan mengembangkan sayap di berbagai ajang kompetisi, baik kompetisi akademik maupun kompetisi minat-bakat.
Di bagian lain, hubungan kerjasama dengan berbagai mitra terus digalakkan. Dalam satu tahun terakhir, sebutnya, terdata 107 kerjasama baru telah berhasil disepakati antara UTS dengan mitra kerjasama yang terdiri dari 71 institusi regional, 25 institusi nasional dan 11 institusi berskala internasional. Dari kerjasama tersebut terselenggaranya kegiatan kerjasama antar kedua belah pihak yang bermanfaat dan saling menguntungkan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
UTS hadir untuk memberikan manfaat tidak hanya kepada masyarakat sekitar namun juga kepada alam semesta. Dengan dasar ini, kara Rektor, UTS menghadirkan program GAS (Global Ambasador Scholarship) yang dibuka bagi seluruh negara di dunia. Pada tahun 2020, tercatat 2.476 calon mahasiswa asing yang mendaftar ke UTS.
Selanjutnya dari ribuan pendaftar tersebut, terdapat 21 mahasiswa asing yang berasal 20 negara tergabung dalam program ini. 21 mahasiswa itu telah mengikuti perkuliahan selama 1 semester. Hal ini tentunya merupakan kebanggaan bagi UTS maupun masyarakat Sumbawa. Bahwa lingkungan akademik dunia tidak hanya dirasakan namun juga dihadirkan di daerah ini.
“Ini menjadi bukti bahwa slogan “UTS Membumi dan Mendunia” terus direalisasikan. Dengan capaian-capaian tersebut, maka pada kesempatan hari ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh karyawan, dosen dan para pejabat struktural UTS yang sudah bekerja dengan keras dan ikhlas, serta atas segala dukungan dan sumbangsih seluruh stakeholder,” pungkasnya. (SR)






