SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 September 2021)
Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali melahirkan sarjana baru. Buktinya, sebanyak 453 wisudawan mengikuti wisuda periode semester genap Tahun Akademik 2020/2021, Sabtu (4/9). Ratusan wisudawan ini terdiri dari 449 wisudawan Program Sarjana dan 4 wisudawan Program Magister. Untuk program sarjana berasal dari 7 fakultas dengan 13 program studi, sedangkan program magister berasal dari Prodi Managemen Inovasi.
Selain Rektor UTS beserta Warek, Dekan, Kaprodi dan para dosen, wisuda yang digelar secara protocol kesehatan yang ketat di Aula Ruang Publik Kreatif (RPK) ini juga dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat Bapak Dr.H. Zulkieflimansyah, M.Sc, Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany M.Pd Ketua Yayasan Dea Mas, Hj Niken Saptarini M.Sc, dan orang tua mahasiswa yang mengikuti prosesi sacral itu secara live streaming.
“Kami selaku pimpinan UTS mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati, yang mulai hari ini secara resmi telah berhasil menyelesaikan suatu proses pendidikan formal lengkap dengan segala bentuk evaluasi di dalamnya. Saya percaya, saudara telah menjalani tahapan penyelesaian studi dalam situasi yang sangat tidak mudah, yakni situasi pandemi Covid-19. Capaian tersebut tentunya merupakan hasil dari jerih payah, kesabaran, dan ketabahan, serta dukungan moral dan doa dari segenap keluarga dan kerabat,” kata Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D mengawali sambutannya, seraya menyampaikan terimakasih kepada orang tua atau wali wisudawan/wisudawati yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di UTS.
Pada wisuda VII UTS ini, ungkap Rektor, wisudawan diberikan sebuah souvenir ‘kapal layar’ yang penuh dengan makna. Kapal Layar merupakan sebuah perahu yang mengandalkan layar sebagai penggeraknya. Dalam pembuatannya, kapal layar tidak serta merta langsung dipasangkan layar tetapi ada makna di setiap tiang, layar yang terpasang serta proses perakitannya.
Untuk bіѕа bergerak dаn melaju dі аtаѕ permukaan laut, perahu layar memanfaatkan arah dаn kekuatan angin. Sеbаb ketergantungan dеngаn angin tersebut, maka untuk ѕаmраі kе tujuan, hаruѕ аdа уаng mengatur dаn mengombinasikan аntаrа layar kapal dаn arah tiupan angin. Perahu mulаі berlayar tаnра mengetahui apa-apa saja уаng аkаn tеrјаdі dі tengah lautan. Perahu аkаn tetap berlayar hingga ia mencapai tujuan аkhіr аtаu tujuan pemberhentiannya.
“Para wisudawan harus belajar dari sebuah kapal layar, selama anda menempuh studi di UTS, anda merasakan tempaan, ujian dan banyak rintangan. Dari tempaan dan berbagai ujian ini, anda disiapkan untuk menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia paska kampus yang jauh lebih menantang. Setelah anda lulus dari UTS, rintangan yang menunggu akan jauh lebih banyak dan beragam. Meskipun banyak godaan, sebelum sampai tujuan hidup, pantang kita untuk kalah dan menyerah. Teruslah menjadi pribadi penebar manfaat untuk diri, keluarga dan masyarakat,” pesan Rektor.
Untuk mempercepat proses belajar di masyarakat, sekaligus mengintegrasikan gerak langkah guna membawa nama baik universitas, Rektor berharap wisudawan/wisudawati dapat bergabung dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UTS. Dengan aktif dalam IKA UTS, wisudawan/wisudawati akan terus menjaga tersambungnya tali silahturami antar alumni dan antara alumni dengan UTS, serta dapat ikut bersama-sama berperan serta dalam membesarkan UTS.
Ia juga berharap kepada para wisudawan/wisudawati untuk mendukung program Tracer Study Alumni UTS melalui pengisian data di laman yang telah disiapkan. Hal ini tidak lain sebagai upaya untuk mengetahui relevansi lulusan UTS dalam dunia kerja, yakni kesesuaian antara proses pendidikan di UTS dengan realitas di dunia kerja (link and match).
Di bagian lain, Rektor menyampaikan sejumlah perkembangan di Universitas Teknologi Sumbawa. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UTS terus berbenah dan memperbaiki mutu. Di awal pendirian, UTS memiliki 11 program studi di tahun 2013 dan tambahan 3 program studi di tahun 2014 serta 1 program studi di tahun 2018. Pada tahun 2021 ini, 15 program studi tersebut telah tuntas melaksanakan reakreditasi dan mendapatkan predikat ‘Baik’. Tentunya keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama seluruh sivitas akademika UTS.
Dalam rangka memberikan akses pendidikan yang luas dan merata serta mengakomodasi perkembangan kelimuan, UTS berupaya memperluas kajian kelimuan yang dinaungi dengan mendirikan beberapa program studi baru. Yaitu Peternakan, Teknik Lingkungan, Kewirausahaan, Perikanan dan Bisnis Digital.
Program Studi baru tersebut sesuai dengan kebutuhan pengembangan Sumbawa secara khusus dan pengembangan Indonesia secara umum. Sehingga pada saat ini, UTS memiliki 19 program studi strata-1 dan 1 program studi strata-2. Selain itu, untuk memeratakan pendidikan tinggi hingga ke pelosok daerah, UTS memiliki program Beasiswa One Village Ten Engineer (OVTE).
OVTE adalah beasiswa kolaborasi antara UTS dengan Desa. Ini adalah bentuk sharing beasiswa antara universitas dan desa, agar setiap desa mampu mencetak engineer sebagai sumber daya manusia yang unggul sehingga bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin terjadi di desanya kelak. “Harapan kami, melalui program tersebut, bersama kita dapat meningkatkan kualitas masa depan putra-putri daerah,” imbuhnya.
Sementara Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengaku merasa berbahagia menyaksikan lulusan UTS berjuang, berjibaku dan berpacu dengan waktu sehingga merayakan wisudanya hari ini. Apa yang diraih ini adalah buah cinta dan kasih sayang orang tua yang telah berkorban tetesan darah dan keringat. “Tak ada yang pantas kami ucapkan selain rasa syukur dan terima kasih,” ucap Gubernur yang juga pendiri UTS ini.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada UTS dan civitasnya telah menghasilkan lulusan yang diharapkan berkonstribusi positif bagi bangsa ini. Lulusan UTS bukan hanya bekerja di NTB tapi di seluruh Indonesia. Bahkan sekarang diaspora lulusan UTS ini mungkin telah hadir di berbagai belahan dunia. “Saya ingin menyaksikan 3-4 tahun akan datang, saya bertemu di Eropa, Amerika dan Australia, serta seluruh kota-kota di Indonesia, mereka datang menyapa kami sebagai alumni UTS,” kata Doktor Zul, sapaan Gubernur.
Menurut Doktor Zul, tidak para wisudawan berasal dari keluarga yang beruntung. Ada berasal dari keluarga yang betul-betul hadir dengan penuh perjuangan. “Karena mereka yakin, bahwa pendidikanlah yang merubah nasib seseorang, pendidikanlah yang bisa menghadirkan kita pada kehidupan yang lebih baik, dan pendidikanlah yang mengakui betapa kecilnya kita di hadapan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Doktor Zul berpesan kepada para wisudawan agar tetap rendah hati, dan menghadirkan banyak manfaat bagi masyarakat. Kepada UTS diharapkan mampu menempa semua mahasiswanya menjadi figur figur yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. (SR)






