Cegah Perang Antar Kampung, Kapolres dan Dandim Turun Tangan

oleh -547 Dilihat

LOMBOK TENGAH, samawarea.com (21 Juni 2021)

Kasus penganiayaan yang menyebabkan dua warga Desa Ketara menjadi korban akibat diserang warga Desa Rambitan, nyaris meluas menjadi perang antar kampong.

Namun potensi itu mampu diredam setelah Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK bersama Dandim 1620 Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, turun tangan, memediasi warga di dua desa tersebut.

Proses mediasi berlangsung di aula Kantor Camat Pujut, Senin (21/6/2021) pukul 16.00 Wita. Hadir Kapolres, Dandim, Camat Pujut, Kades Ketare, Kades Rembitan dan perwakilan tokoh masyarakat dari dua desa tersebut.

Dalam mediasi tersebut, Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK meminta kedua belah pihak untuk saling menahan diri sambil menunggu proses hukum yang kini sedang berjalan.

Menurut Kapolres, kedatangan warga Desa Ketara ke Polsek Pujut hari ini menginginkan agar aparat kepolisian segera menangkap terduga pelaku penganiayaan.

Demikian pula dengan masyarakat Desa Rembitan, kata Kapolres, mendukung aparat keamanan melakukan proses hukum terhadap terduga penganiayaan yang menimpa dua orang warga Desa Ketara.

“Kedua belah pihak sudah bersepakat untuk sama-sama menjaga kondusifitas daerah serta akan membantu pihak keamanan memberikan pemahaman dan mencegah upaya provokasi melalui isu maupun hoax yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *