SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18/3/2021)
Penolakan permohonan pasangan, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP–Ir. H. Mokhlis, M.Si selaku pemohon oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa 2020, Kamis (18/3/2021), disambut gembira oleh partai pengusung dan pendukung, serta simpatisan dan relawan pasangan Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany S.Pd., M.Pd. Sebab dengan putusan MK ini, Mo—Novi akan segera ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa.
Terhadap kemenangan ini, Calon Bupati, Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi Wakilnya, Dewi Noviany, mengatakan bahwa putusan MK merupakan kemenangan masyarakat Sumbawa. Tidak ada lagi perbedaan antara pendukung dan bukan pendukung, semua harus bersatu untuk menuju Sumbawa yang Gemilang.
Untuk membangun Sumbawa ini tidak bisa dilakukan sendiri, namun dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. “Saatnya kita saling rangkul, saling dukung dan bergandengan tangan untuk mewujudkan Sumbawa gemilang yang berkeadaban,” ajak Haji Mo—sapaan mantan Wakil Bupati Sumbawa ini.
Hal senada ditegaskan Dewi Noviany, bahwa kunci dari keberhasilan dan kesukseskan membangun Sumbawa adalah kebersamaan. Tidak ada lagi pendukung Mo—Novi ataupun pendukung Paslon lain, semua menyatu untuk membangun Sumbawa.
Di bagian lain, Novi—sapaan Wabup terpilih ini, mengingatkan para pendukung dan simpatisan untuk tidak menyambut putusan MK dengan cara-cara yang berlebihan. Hindari konvoi atau kerumunan, masyarakat dapat menyambutnya dengan sujud syukur, dzikir dan doa di rumah masing-masing. “Kita masih dalam masa pandemic, marilah kita menjadi orang yang mencegah penyebaran covid dengan tetap mematuhi protocol kesehatan,” himbaunya.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Relawan Mo—Novi, Candra Wijaya Rayes ST menyatakan bahwa keputusan MK ini buah dari ikhtiar dan doa para simpatisan, relawan dan masyarakat Sumbawa yang diijabah Allah. Karena itu ia berharap semua pihak untuk berlapang dada menerima keputusan MK hari ini.
Putusan MK adalah final dan mengikat sehingga tidak ada lagi upaya-upaya lain yang ditempuh untuk menganulirnya. “Marilah kita melebur menjadi satu untuk membangun Sumbawa secara bersama-sama, karena sejatinya pemimpin yang lahir hari ini adalah pemimpin Tau Tana Samawa,” pungkasnya. (SR)





