SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17/7/2020)
Lingkungan Maras Kelurahan Samapuin Kecamatan Sumbawa yang terletak di lingkungan RT 05 RW 05 ini menjadi destinasi baru di wilayah Kota Sumbawa. Lingkungan ini mendadak viral dan banyak dikunjungi orang, dominan untuk berswa-foto. Pasalnya lokasi persawahan setempat dipermak menjadi asri dan indah. Jalan paving blok dan dicat warna warni ini dibuat membelah sawah. Sehingga ketika berada di jalan tersebut seolah-olah berada di tengah persawahan yang hijau dan menyejukkan. Sesuai dengan tujuan warga setempat bahwa Lingkungan Maras dihajatkan menuju lingkungan sehat, asri dan mandiri.
Ketua RT.05 RW.05 ‘Lingkungan Maras’ Kelurahan Samapuin, Juliansyah Putra SE, Jumat (17/7/2020) mengatakan bahwa disulapnya lingkungan setempat dalam rangka menghadapi Lomba Kampung Sehat. Ini bisa terwujud karena antusias dan kompaknya masyarakat untuk membenahi kampungnya agar terlihat indah dan sehat. “Kami bangga masyarakat di sini kompak dan semangat gotong-royongnya sangat kuat terutama dalam menjaga kebersihan. Pekarangan dan lingkungannya dipermak guna menuju tatanan hidup baru atau new normal life,” terangnya.
Semua pekarangan warga tidak ada yang kosong, semua dimanfaatkan untuk menanam tanaman apotik hidup termasuk sayur mayur sebagai upaya warga untuk ketahanan pangan. Tak hanya itu lanjut Juliansyah, lingkungannya memiliki Posko Covid-19 dengan petugas piket yang telah terjadwal. Pos Kamling juga tetap aktif untuk menjaga keamanan lingkungan. Untuk menyelesaikan persoalan masyarakat disediakan Rumah Mediasi (eks kantor kelurahan lama). Ada juga Bale Baca (rumah baca) sebagai sarana belajar masyarakat termasuk belajar Bahasa Inggris dan setiap malam Jumat melaksanakan Tahsin Maras secara bergiliran antar rumah. Tak hanya itu ada Program Pongo Karung (memikul karung) yakni program gotong royong lingkungan, di samping warganya menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). “Kami memiliki Keban Maras (Kebun Sayuran) yang dikelolah oleh warga. Sebentar lagi akan dibuat kolam ikan dan apotik hidup,” ujar Juliet sapaan akrabnya.
Untuk mengasah kemampuan seni masyarakat setempat, Juliet mengaku telah menyediakan Sanggar Seni “Angin Renas” dan “Beringin Renung”. Semua ini dihajatkan untuk kepentingan masyarakat.
Ditambahkan Sri Wahyuni—yang biasa disapa Bu RT, warga Lingkungan Maras banyak yang menyibukkan diri dengan usaha rumahan atau home industri, seperti membuat kembang, tas, gantungan pot bunga dari bekas botol mineral dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis. Ada juga yang menggeluti usaha kuliner, kripik paruh, serta beragam khas Sumbawa dan telah dikenal hingga luar daerah sebagai oleh-oleh (buah tangan). Lingkungannya juga terdapat arena bermain anak dan area fitness. “Warga dari luar Lingkungan Maras bisa memanfaatkan keberadaan sarana dan fasilitas yang ada. Paginya bisa berolahraga, sorenya bisa berselfi ria,” pungkasnya. (SR)






