SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15/7/2020)
Jumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Sumbawa mengalami over kapasitas. Harusnya kapasitas Lapas Sumbawa hanya 250 orang, namun jumlah warga binaan termasuk tahanan titipan jaksa dan kepolisian mencapai 623 orang. Artinya over kapasitas melebihi 100 persen. Pastinya kondisi Lapas sangat padat, padahal di masa pandemic Covid ini dianjurkan untuk melaksanakan protocol kesehatan salah satunya social dan pshycal distancing. Namun demikian, pihak Lapas setempat memiliki strategi untuk menjaga warga binaannya dari paparan Covid.
Kalapas Sumbawa, M. Fadli S.Sos., MM dalam Media Gathering bersama wartawan, Rabu (15/7) mengakui kondisi Lapas yang over kapasitas. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Lapas Sumbawa tapi semua Lapas secara nasional. Untuk mengurainya, diterbitkannya Keputusan Menteri Hukum dan HAM terkait pelaksanaan Program Asimilasi Rumah. Sebanyak 166 warga binaan terakomodir dalam program tersebut. Dengan asimilasi rumah ini bisa mengurangi kepadatan Lapas. Selain itu ada kebijakan dari Kementerian untuk tidak menerima tahanan titipan kejaksaan dan kepolisian untuk sementara waktu. Ini dilakukan agar warga binaan tidak terpapar covid yang datang dari luar Lapas, di samping menjaga Lapas tetap steril. Namun dalam dua minggu ini menyusul diterapkannya new normal, Lapas Sumbawa mulai membuka kembali untuk menerima titipan tahanan. Tentunya dengan menerapkan standar protocol kesehatan. Tahanan titipan sebelum masuk Lapas, dipastikan sudah steril dari Covid. Mereka menjalani serangkaian pmeriksaan kesehatan, lalu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari. “Saat dibuka, masuk 90 orang tahanan titipan sehingga total yang ada di Lapas Sumbawa sekarang mencapai 486 orang. Jadi over kapasitasnya masih 95 persen,” ungkapnya.
Tidak hanya warga binaan yang harus steril, lanjut Fadli yang didampingi Kasubag TU, Hamdia dan KPLP M. Syaripuddin Hazri, tapi juga petugas Lapas. Kunjungan langsung juga ditiadakan. Lapas menerapkan kunjungan online salah satunya melalui Video Call atau telepon yang disediakan petugas di layanan registrasi pada saat jam kerja. Meski demikian titipan makanan dan minuman untuk warga binaan masih bisa diterima dengan pemeriksaan ketat di box area. “Semua ini kami lakukan agar sama-sama selamat dan sehat. Cara ini cukup berhasil karena sampai saat ini tak satupun warga binaan atau tahanan di Lapas Sumbawa terjangkit covid. Tidak seperti beberapa Lapas di berbagai daerah yang sebagian warga binaannya terpapar Covid,” tandasnya. (JEN/SR)






