Kadis Pariwisata KSB Tunggu Janji AMNT Kembangkan Wisata Pantai Maluk

oleh -386 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (27/8/2020)

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat, IGB Sumbawanto mengaku bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sudah setuju untuk mengambil alih pengelolaan dan pengembangan Pantai Maluk. Ini merupakan hasil pertemuan beberapa kali dengan pihak perusahaan menghadirkan pemerintah desa dan Pokdarwis. Dalam pertemuan itu, Amman Mineral yang diwakili Bambang, yang mengaku memiliki konsep menarik untuk pengembangan Pantai Malik. Sebab dia mengaku pernah berkunjung ke beberapa pantai seperti Jimbaran dan Banyuwangi yang sangat terkenal keindahan pantainya. Ini didukung dengan fasilitas penunjangnya seperti permainan wahana air dan wisata kulinernya yang sangat luar biasa. Konsep ini sangat cocok diterapkan di Pantai Maluk. Dengan pengelolaan ini, diyakini Pantai Maluk akan lebih berkembang dari sebelumnya.

Diakui Sumbawanto, meski sudah setuju namun sampai saat ini belum ada action dari pihak perusahaan. “Sudah hampir satu tahun dari waktu terakhir kita diskusikan rencana ini. Padahal kita sangat berharap peran aktif dari perusahaan untuk membantu daerah dalam pengembangan pariwisata di KSB, karena kalau diandalkan daerah, daerah tidak punya uang. Karena dalam Rencana Induk Pariwisata ada yang kita prioritaskan yaitu Mantar dan Pantai Balad yang sekarang sudah mulai diminati masyarakat. Dalam pengembangan wisata tidak boleh langsung bersamaan karena tidak akan maksimal. Harus kita fokus satu persatu dan juga kita tidak cukup pendanaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Manager Head of Coorporate Comunication PTAMNT, Kartika Octaviana menyebutkan Pantai Maluk itu sebenarnya di luar project area. Jika dilihat saat ini, kata Kartika, kondisi Pantai Maluk memang rusak akibat abrasi air laut pasang beberapa bulan lalu. Ketika ingin diprogramkan kembali, harus dipikirkan secara matang karena potensi abrasi masih sangat besar. “Jadi untuk pengelolaan itu harus direncanakan matang-matang,” ujarnya.

Perusahaan lanjut Kartika, tidak bisa bergerak sendiri, melainkan harus bersama pemerintah yang memang sebenarnya pengelola utama dari Pantai Maluk. “Jadi programnya harus terintegrasi dengan apa yang pemerintah hendak lakukan untuk Pantai Maluk karena tentu kita akan support setiap program pemerintah dalam pengelolaan pariwisata,” imbuhnya.

Saat ini, ungkap Kartika, AMNT sedang membangun master plan untuk meningkatkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) untuk KSB dan Kabupaten Sumbawa agar dampak sosial yang diberikan perusahaan lebih sustainable. “Tentunya kami akan melihat area-area yang berpotensi besar untuk pariwisata dan membangun rencana yang matang,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *