OTG Meningkat, Transmisi Lokal Mulai Terlihat

oleh -255 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1/6/2020)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa kembali meliris perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Dalam rilisnya, terdapat penambahan 52 kasus terkait Covid-19 dengan rincian Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah 47 orang dan Pasien Dalam Pengawasan bertambah 5 orang. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan H. Didi Darsani selaku Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Minggu (31/5/2020) di Posko Kesehatan Penanganan Covid-19.

Dilanjutkan Haji Didi—akrab Kadiskes Sumbawa ini disapa, untuk Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) 8.911 orang, 8.682 orang diantaranya telah selesai melaksanakan isolasi mandiri. Orang Tanpa Gejala (OTG) 789 orang, 594 OTG selesai menjalani isolasi mandiri. Sampai saat ini perkembangan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 458 orang dan tersisa 8 ODP yang masih dalam pemantauan. Kemudian, 66 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdiri dari 54 orang sembuh, 3 meninggal dunia dan 14 masih dirawat di Rumah Sakit Provinsi NTB Manambai Abdulkadir, RSUD Kabupaten Sumbawa dan sebagian ditempatkan di Karantina Terpadu. Dari 36 orang total terkonfirmasi positif Covid-19, 24 orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit. Yaitu dari klaster Gowa, klaster Magetan, dan tenaga kesehatan.

Diakui Haji Didi, bahwa transmisi lokal saat ini mulai tampak ada peningkatan setelah dilakukan tracing kontak terhadap para pasien positif Covid-19, yang ditandai salah satunya oleh peningkatan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG). Karenanya dihimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan kewaspadaan dengan selalu mengikuti arahan pemerintah antara lain selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari keramaian, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Bupati Sumbawa selaku Ketua Gugus Tugas mengharapkan partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi yang benar agar dapat dilakukan deteksi maupun penanganan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19”, ujarnya. Termasuk juga peran para Kepala Dusun, Kepala Lingkungan, Ketua RW, Ketua RT untuk selalu mengingatkan masyarakat agar bersama-sama memerangi Covid-19 dari lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *