LOMBOK TENGAH, samawarea.com (11/6/2020)
Warga di sekitar Bendungan Batujai, Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, geger. Mereka dikejutkan dengan penemuan orok bayi di saluran irigasi bendungan tersebut, Rabu (10/6) pukul 14.09 Wita. Orok tersebut sudah tak bernyawa dengan kondisi sudah rusak atau tidak utuh. Kini kasusnya sudah ditangani pihak Polres Lombok Tengah.
Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono mengatakan, mayat orok bayi itu ditemukan pertamakali oleh Kamarudin dan Lalu Pahrurozi warga Desa Penujak yang saat itu sedang memancing di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat itu saksi melihat sebuah tumpukan yang dibungkus kain yang baunya sangat menyegat. “Karena penasaran, saat buka bungkusan itu ternyata mayat bayi,” ujar AKP Priyo Suhartono.
Selanjutnya, atas informasi itu pihaknya langsung turun melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat bayi tersebut. Kemudian mayat bayi itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya untuk dilakukan pemeriksaan medis. “Mayat orok bayi itu dititip di kamar jenasah RSUD Praya untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya.
Dijelaskan, orok bayi itu berjenis kelamin laki- laki, diperkirakan baru lahir. Bagian tubuh jari kaki dan jari tangan sudah berbentuk sempurna dan masih terdapat tali pusar. Mayat orok bayi tersebut sengaja dibuang oleh orang tuanya untuk menutupi aib keluarga, karena diperkirakan hasil hubungan gelap. “Orok bayi tersebut diduga meninggal sekitar 18 jam lalu, dengan cara dihanyutkan ke aliran saluran irigasi Bendungan. Karena kondisi bayi dalam keadaan rusak dan mengeluarkan bau serta sebagian organ dalamnya hilang diduga dimakan oleh biawak,” bebernya seraya menyatakan pelakunya masih lidik. (SR)






