Balita 4 Tahun Asal Seketeng Sembuh, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik

oleh -497 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/6/2020)

Setelah 20 hari mendapat perawatan medis, AM—balita berusia 4 tahun beralamat di Kelurahan Seketeng namun secara fisik menetap di Kecamatan Lantung, sembuh dari Covid maupun operasi usus buntu yang dialaminya. Rencananya, Senin hari ini, 8 Juni 2020, balita tersebut meninggalkan Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dan pulang ke kampung halamannya, Kabupaten Sumbawa.

M Ridwan SP–Kakek buyut balita ini, mengaku gembira menyambut kesembuhan buyutnya ini. “Hari ini dia pulang ke Sumbawa, semoga lancar dalam perjalanan,” kata Ridwan, sapaan anggota DPRD Sumbawa ini, Senin (8/6). Yang sangat membuatnya gembira, orang-orang yang berinteraksi fisik dengan AM, semuanya non reaktif, setelah dilakukan Rapid test. Termasuk kedua orang tua dan nenek. Bahkan pamannya yang diduga orang yang menyebabkan AM positif covid, juga non reaktif. Dugaan ini muncul ungkap Ridwan, karena pamannya tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Tudingan bahwa AM terjangkit dari pamannya sudah dibantah keluarga sejak awal saat pihak RSUD Sumbawa memberikan keterangan pers terkait dengan tidak terbukanya keluarga AM terhadap pamannya tersebut. “Buktinya semua yang pernah berhubungan dengan buyut kami ini sebelum dibawa ke rumah sakit maupun dirujuk ke Mataram, tidak ada yang positif covid, termasuk pamannya,” tukas Ridwan.

Artinya, tidak satupun dari anggota keluarganya yang terpapar Covid. Bisa saja ungkap Ridwan, buyutnya ini terpapar covid dari dokter atau perawat di RSUD Sumbawa saat menjalani perawatan selama 3 hari. Atau bisa juga terpapar saat dirujuk dan dirawat di RSUD Provinsi NTB di Mataram. “Kami sesalkan seolah-olah buyut kami ini menjadi penyebab terpaparnya petugas medis di RSUD Sumbawa positif Covid. Malah kami menduga sebaliknya, bahwa buyut kami ini yang menjadi korban sehingga terjangkit covid,” tandasnya.

Karenanya ia meminta Gugus Tugas Kabupaten Sumbawa untuk kembali menyampaikan kepada publik terhadap persoalan ini guna mengembalikan nama baik keluarga. Sebab dengan adanya informasi sebelumnya, keluarganya dijauhi atau dikucilkan, bahkan dicemooh karena dituding sebagai penyebab pembawa virus covid. Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD dari Fraksi PKB ini juga mengkritisi pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Kabupaten Sumbawa. Pasalnya selama keluarga AM diisolasi mandiri, tidak ada bantuan secara ekonomi diberikan sebagai konskwensi ‘dirumahkan’ dan tidak diizinkan untuk berinteraksi. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *