Siswanya ‘Terjebak’ di Merauke, SMKN Lopok Disegel Wali Murid

oleh -396 Dilihat
Ilustrasi

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/6/2020)

SMK Negeri 1 Lopok Kabupaten Sumbawa disegel sejumlah wali siswa, Senin (8/6/2020). Penyegelan ini dilakukan sebagai bentuk reaksi atas belum dipulangkannya 6 siswa setempat dari kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di perusahaan yang berlokasi di Bali. Para siswa itu ‘terjebak’ di Merauke, Papua, karena kapal milik perusahaan tempat mereka Prakerin, sedang berlayar di sana.

Kepala SMKN 1 Lopok, Jayadi S.Pd., M.Pd yang dihubungi samawarea.com, Senin (8/6) mengakui adanya penyegelan ini. Ia juga mengakui jika penyegelan tersebut berkaitan dengan belum pulangnya 6 siswanya dari Praktek Kerja Industri (Prakerin) Jurusan. Sebelumnya para siswa itu diikutkan Prakerin selama 6 bulan, terhitung sejak 7 Oktober 2019 hingga 7 April 2020. Mereka mengikuti Prakerin di Bali—tepatnya NKPI (Nautica Kapal Penangkap Ikan). Namun hingga berakhirnya masa Prakerin, para siswa tersebut belum dipulangkan. Pihak sekolah sudah berupaya maksimal termasuk dua kali menyurati pihak perusahaan. Tak hanya itu ia juga mengutus guru ke Bali untuk mencari informasi keberadaan pasti para siswa tersebut. Sebelumnya dua hari setelah Lebaran Idul Fitri 1441 H, para siswa ini sempat berkomunikasi dengan orang tuanya. Mereka dalam keadaan baik dan sehat. Dalam perjalanan waktu, tidak ada khabar lagi, sehingga pihak sekolah mencari informasi melalui Bagian Radio di Badas Sumbawa dan dari perusahaan. Diperoleh informasi, para siswa ini berada di Perairan Sumba, NTT. Kondisi di perairan saat itu dikabarkan ekstrim. Meski demikian, sekolah masih menganggap informasi itu belum valid. Untuk itu sekolah kembali mengutus guru ke Bali, dan baru tiba Senin (8/6) tadi pagi. Bahkan Kamis, 10 Juni lusa, Jayadi mengaku akan berangkat ke Bali bersama Ketua Komite Sekolah beserta perwakilan orang tua. “Kami harus rapid test dulu Hari Rabu, dan kebetulan saya juga ada pertemuan di Dinas Dikbud Provinsi di Mataram. Dari Mataram, saya bertolak ke Bali,” kata Jayadi—akrab mantan Kepala SMKN 3 Sumbawa yang baru menjabat 30 Januari 2020 lalu.

Keberangkatannya ini untuk mendapat informasi valid sekaligus meyakinkan orang tua terkait kondisi anak-anak mereka. Tentunya mendesak pihak perusahaan memulangkan para siswa tersebut mengingat tiga bulan yang lalu, masa Prakerin berakhir.

Terkait dengan penyegelan sekolah, Jayadi mengaku sudah meminta Ketua Komite Sekolah, Danramil dan Kapolsek untuk melakukan mediasi. Sebab saat ini pihak sekolah sedang melaksanakan ujian semester secara daring. Selain itu tengah melaksanakan Pra PPDB, untuk menghadapi penerimaan siswa baru. Dengan adanya penyegelan ini, kegiatan itu menjadi terganggu. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *