KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS SOSIAL KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4/5/2020)
Taruna Siaga Bencana (TAGANA) kembali berduka. Satu anggotanya, Abdul Haris gugur setelah berjuang melawan penyakit gagal ginjal dan komplikasi yang cukup kronis. Anggota senior angkatan 2005 ini menghembuskan napas terakhir pada Hari Ahad, 3 Mei 2020 pukul 20.00 Wita, dalam penanganan medis di RSUD Sumbawa. Abdul Haris meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, termasuk anaknya yang baru dinikahkannya beberapa hari sebelum ajal menjemput. Bahkan Haris—demikian pahlawan kemanusiaan disapa, dalam sakitnya, dia masih sempat ikut terlibat pada kegiatan penting seperti menjadi instruktur mitigasi bencana di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), dan upaya pencegahan Covid-19. Haris dimakamkan di Pekamaman Umum Kebayan Kelurahan Uma Sima, Senin (4/5/2020) pagi. Rekan-rekannya di Taruna Siaga Bencana (TAGANA) berseragam lengkap hadir sekaligus membawa keranda jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Hadir di antara para pelayat, Kadis Sosial Kabupaten Sumbawa, Ir. A. Yani dan sejumlah staf di dinas setempat.
Ketua TAGANA Kabupaten Sumbawa, Dedi Susanto S.Pd.I dalam sambutannya di Pemakaman, mengaku merasa kehilangan sosok yang ceria, low profil dan memiliki humor yang tinggi. Almarhum telah memberikan dharma baktinya untuk daerah ini melalui TAGANA selama 15 tahun. Ini bukan waktu yang singkat dan pastinya sudah banyak konstribusi almarhum dalam membantu masyarakat dan daerah ketika terjadi bencana. “Kami tidak hanya datang saat orang senang, tapi kami datang saat orang dalam keadaan kesusahan tertimpa musibah untuk melukiskan senyuman di wajah mereka bahwa kami Tagana ada bersama mereka. Inilah yang dilakukan sahabat kami Haris selama hidupnya,” ucap Dedi menahan haru, seraya meminta keikhlasan masyarakat untuk memaafkan almarhum jika ada kesalahan yang diperbuat, sekaligus berharap doa agar almahum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Sementara Kadis Sosial Kabupaten Sumbawa, Ir. A. Yani menyampaikan duka cita yang mendalam. Almarhum menurutnya adalah pahlawan kemanusiaan karena di sisa umurnya telah menempatkan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadinya. Karena itu sosok dan kiprah almarhum patut diteladani. “Almarhum dan TAGANA adalah mitra strategis Dinas Social yang terdepan dalam menangani bencana. Karena itu kami merasa kehilangan, semoga Almarhum menjadi ahli syurga, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ucapnya. (JEN/SR)








