SUMBAWA BESAR, samawarea.com (31 Juli 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mengintensifkan gerakan percepatan penurunan stunting dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama lintas sektor.
Penegasan tersebut disampaikan Wabup saat membuka Pertemuan Penguatan Jejaring Percepatan Penurunan Stunting di Aula Hotel La Grande, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini dihadiri kepala OPD terkait, Direktur RSUD Sumbawa, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten atau yang mewakili, camat, kepala desa/lurah se-Kabupaten Sumbawa, kepala puskesmas, dokter, serta tim gizi.
Wabup mengatakan gerakan bersama penanganan stunting akan mulai dieksekusi pada Agustus mendatang setelah seluruh data dan pemetaan sasaran rampung.
“Hari ini kita mulai dengan memperkuat jejaring percepatan penurunan stunting bersama tim yang sangat lengkap,” ujarnya.
Menurut Wabup, tim yang dibentuk bersifat komprehensif karena melibatkan berbagai unsur, tidak hanya tenaga kesehatan tetapi juga lintas sektor yang memiliki peran dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
“Bahkan dokter-dokter juga akan terlibat dalam penanganan. Gerakan ini dilakukan melalui perbaikan asupan gizi, pengobatan, intervensi langsung, serta dukungan dari dinas-dinas teknis lainnya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, dinas teknis akan berkontribusi melalui penyediaan rumah layak huni, pembangunan jamban, penyediaan air bersih hingga edukasi pola hidup sehat kepada masyarakat.
“Semua akan kita gerakkan bersama. Ada Posyandu, Puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan. Penanganan stunting harus bersatu padu, tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan pemaparan hasil pemetaan lokus stunting di Kabupaten Sumbawa sebagai dasar pelaksanaan intervensi di lapangan.
“Kalau seluruh data sudah terpetakan, kita akan turun bersama sesuai program pemerintah. Penurunan stunting merupakan program prioritas dan mandat yang harus kita laksanakan pada periode pemerintahan 2025–2030,” katanya.
Saat ini angka stunting Kabupaten Sumbawa berada di kisaran 29 persen. Pemkab menargetkan penurunan minimal empat persen pada tahun ini.
“Harapannya target itu bisa tercapai, kemudian terus menurun hingga Sumbawa terbebas dari stunting,” imbuhnya.
Usai kegiatan, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa dengan RSUD Sumbawa yang disaksikan Wakil Bupati Sumbawa. Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga memberikan penghargaan kepada Kepala Desa Karang Dima atas keberhasilannya menurunkan angka stunting di wilayahnya. (SR)






