Diberitakan 21 Warganya ODP dan Diisolasi, Masyarakat Sejari Keberatan  

oleh -376 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5/5/2020)

Data yang dirilis Kepala UPT Puskesmas Plampang, membuat masyarakat Dusun Sejari, keberatan. Sebab dalam data itu disebutkan 21 warga Sejari diisolasi dan berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) karena diindikasikan kontak langsung dengan salah satu pasien Covid asal Labuhan Bontong Kecamatan Tarano. “Kami keberatan dengan pemberitaan ini, karena yang diberitakan hanya 21 warga Sejari sebagai ODP, padahal banyak warga di Plampang lainnya yang juga berstatus sama. Ini tidak adil, karena hanya Sejari saja yang dirilis,” sesal Tokoh Pemuda Sejari Desa Plampang, Bani Irawansyah kepada Biro samawarea.com wilayah Sumbawa Timur, Selasa (5/5/2020).

Ia menilai Kepala UPT Puskesmas Plampang tidak transparan dalam menyampaikan data ke media. Seharusnya KUPT itu menyebutkan asal usul ODP yang ada di Kecamatan Plampang secara umum. Berdasarkan data gugus kabupaten per tanggal 4 Mei 2020 bahwa di Kecamatan Plampang tercatat 30 orang yang masuk ODP, ini tidak termasuk 21 orang di Dusun Sejari, tapi tidak pernah diberitakan.

Baca Juga: Kontak dengan Pasien Covid Labuhan Bontong, 21 Warga Sejari Diisolasi

Dengan adanya keterangan dari Kepala UPT Puskesmas Plampang yang menyebut 21 warga Sejari berstatus ODP dan diisolasi, ungkap Bani, berdampak negatif terhadap warga lainnya. Mereka merasa dikucilkan dan disisihkan oleh masyarakat desa lain. “Kami minta jangan hanya Sejari saja yang diungkap, kami juga harus mengetahui dari mana saja 30 orang warga Plampang sebagaimana data Gugus Kabupaten, agar masyarakat juga mengantisipasi guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid19 ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, sebanyak 21 warga Dusun Sejari Kecamatan Plampang diisolasi. Pasalnya puluhan warga ini memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid asal Labuhan Bontong Kecamatan Tarano. Keputusan isolasi ini setelah Tim Terpadu Kecamatan Plampang yang terdiri dari TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa serta para relawan, turun ke lapangan melakukan penelusuran di Dusun Sejari, belum lama ini. Untuk sementara tercatat 21 orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien Labuan Bontong tersebut. “21 orang ini telah kami tetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) diisolasi selama 14 hari. Dan kami sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten untuk tindaklanjut terhadap kemungkinan akan di-rapidtest. Tinggal tunggu jadwalnya,” ungkap Kepala Puskesmas Kecamatan Plampang Ekosuprapto, S.AP. (BUR/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *