Dalam Pelayanan, RSUD Asy-Syifa Berlakukan Penggunaan APD Sesuai Zonasi

oleh -728 Dilihat
Dirut RSUD AsySyifa Sumbawa Barat, dr. Carlof Sitompul

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (23/4/2020)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy Syifa’ Sumbawa Barat mulai menerapkan system zonasi dalam penggunaan baju APD bagi tenaga medis. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan standar protokol kesehatan dalam pelayanan di Rumah Sakit sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan. “Penggunaan level APD untuk tenaga medis dibagi berdasarkan zonanya. Jadi dalam pelayanan di  RSUD  Assyifa kita bagi menjadi tiga zona yaitu Zona Hijau, Zona Kuning, dan Zona Merah, ketiga zona ini menggunakan jenis APD yang berbeda. Kalau Zona Hijau menggunakan APD level 1 yang menggunakan Henscon dan Masker saja, Zona Hijau yang menggunakan APD Level I seperti pegawai Administrasi, Securiti, dan Posko yang ada di RSUD Asysyifa, untuk Zona Hijau menggunakan APD Level 2 menggunakan Hendscon Masker, tutup kepala lapis kaki dan baju standar, bagian yang menggunakan Level dua ini seperti UGD, Ruang Poli, Rawat Inap, Hemodialisa. Sedangkan untuk Zona Merah menggunakan APD Level 3 yang sering dikatakan baju robot, bagian yang menggunakan APD Level 3 ini ada ruang isolasi, laboratorium, Radiologi,” urai Direktur RSUD Asy Syifa, dr. Charlof Sitompul, belum lama ini.

Penggunaan APD seperti ini harus digunakan setiap hari, ada atau tidak pasien Covid. Karena sebelumnya hanya menggunakan baju tersebut ketika sudah ada pasien yang terindikasi Covid. Penggunaan APD ini sesuai dengan petunjuk tehnis dalam pelayanan Covid yang dikeluarkan oleh Kemenkes.

Untuk jumlah penggunaan baju APD, sambung dr. Charlof, dalam 14 hari bisa menghabiskan 250 pack. Penggunaan sebanyak itu ketika menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sementara ketika menangani pasien berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), penggunaannya berkisar 10 sampai 14 pack per hari untuk sekali pakai. “Jadi penggunaannya cukup banyak, karena semua petugas menggunakan. Baik itu dokter, perawat, maupun security,” ujarnya.

Terkait stok kedepan baju APD, dr. Charlof mengaku telah memesan baju robot secara bertahap. Ada yang sekali pakai langsung buang, ada juga yang bisa dicuci. Meski ketersediaan anggaran sangat cukup, namun ia mengaku kesulitan membeli akibat kelangkaan baju APD. “Kita sudah pesan baju astronot sekali pakai langsung buang. Harga satuannya dari 200.000 hingga 400.000. kita juga sudah pesan yang bisa dicuci. Jadi soal anggarannya aman, tempat beli saja yang belum aman,” tandasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *