Beroperasi di Zona Merah, Pabrik Jagung ini Terancam Ditutup Paksa

oleh -349 Dilihat

LOMBOK TENGAH, samawarea.com (1/5/2020)

Keluhan warga Lingkungan Darul Palah, Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah atas keberadaan Pabrik Jagung yang tetap beroperasi di zona merah Covid-19 lingkungan setempat, akhirnya direspon aparat penegak hukum. Jumat (1/5), Kapolsek Praya dan Danramil Praya Lombok Tengah turun langsung untuk menyampaikan keluhan masyarakat tersebut kepada pemilik pabrik jagung. “Kalau tetap tidak mematuhi imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona ini, kita akan tutup paksa,” ujar Kapolsek Praya, AKP Ketut Dewa Suwardana.

Dijelaskan, dari hasil kesepakatan bersama pemilik pabrik jagung tersebut, pihaknya memberikan batas waktu selama tiga hari untuk menyesuaikan apa yang menjadi imbauan pemerintah. Karena wilayah itu sudah masuk zona merah, pasca adanya warga lingkungan setempat yang positif corona dan reaktif 2 orang. “Kita minta supaya operasinya dikurangi tidak sampai malam dan parkir kendaraan supaya diatur dan tidak mengganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Pemilik Pabrik Jagung, Setya Pratama menyatakan siap mengikuti instruksi dari Pemerintah. Namun ia meminta waktu tiga hari untuk menyesuaikan dengan barang yang keluar masuk. “Kita siap mengurangi aktivitas, jagung yang masuk hanya dari Lombok. Tidak ada dari luar Pulau Lombok, Sumbawa atau Bima,” bebernya.

Sebelumnya, aktivitas bongkar muat barang di Pabrik Jagung Lingkungan Daruh Palah, Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah membuat masyarakat setempat resah. Karena di lingkungan tersebut sudah ada pasien positif Covid-19, sehingga warga berharap supaya pabrik jagung itu bisa ditutup sementara. “Kita berharap supaya pabrik jagung itu di lockdown sampai kondisi ini aman,” ujar Tatok kepada wartawan, Kamis (30/4).

Dijelaskan, bahwa pasca diumumkan dan ditetapkannya salah seorang warga Lingkungan Darul Palah, Kelurahan Panji Sari, Kecamata Praya positifCovid-19 dan 2 warga lainnya reaktif rapid test, semua gang atau trotoar masuk lingkungan setempat ditutup atau diportal warga. Namun sebuah gudang bongkar muat jagung yang berlokasi di Jalan Anyelir Lingkungan Darul Palah sampai saat ini masih beraktifitas seperti biasa. Aktifitas gudang yang setiap hari ramai tersebut sangat mengkhawatirkan dan menggangu masyarakat sekitar. Di samping itu juga, para sopir atau kendaraan yang masuk banyak dari luar Pulau Lombok. Terlebih saat ini sudah ada warga setempat yang dinyatakan positif covid-19. Pihaknya sudah berupaya maksimal untuk menutup akses masuk guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan sudah melaporkan kegiatannya ke pihak Kelurahan, namun hingga saat ini belum ada tindakan. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *