SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25/4/2020)
Bukan hanya Hotel Suci yang dijadikan Pusat Karantina Terpadu di Kabupaten Sumbawa yang bakal penuh untuk ‘menampung’ orang-orang yang diindikasikan memiliki gejala Covid. Tapi juga Rumah Sakit HL Manambai Abdul Kadir (RSMA) yang ditunjuk Kemenkes menjadi satu-satunya rumah sakit di Pulau Sumbawa yang merawat pasien positif Covid, dikhawatirkan over kapasitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa selaku Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid19, Drs. H. Didi Darsani A.Pt yang dihubungi samawarea.com, Sabtu (25/4) malam ini, tidak menampik kondisi tersebut. Hal ini cukup beralasan karena RSMA tidak hanya merawat pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan pasien positif Covid dari Kabupaten Sumbawa tapi juga dari kabupaten lainnya di Pulau Sumbawa. “Kalau ada 4 sampai 5 pasien lagi yang datang di Rumah Sakit Manambai Abdulkadir, berarti kita sudah harus menyiapkan tempat lain untuk merawat pasien-pasien ini,” ungkap Haji Didi—sapaan akrabnya.
Baca Juga: Hotel Suci Bakal Penuh, Perlu Cari Hotel Lagi untuk Pusat Karantina
Rencananya untuk menampung dan merawat pasien positif maupun PDP Covid yang tidak terakomodir di RSMA, kata Haji Didi, Pemda Sumbawa sudah menyiapkan bangunan baru RSUD Sumbawa yang berlokasi di BBU Sering, Desa Kerato Kecamatan Unter Iwis. Minimal di RSUD ini telah menyiapkan tempat perawatan untuk 10—20 orang pasien, mengingat potensinya cukup besar menyusul terus bertambahnya pasien positif di Kabupaten Sumbawa. “Harus disiapkan dari sekarang bukan hanya sarana prasarananya tapi juga sumberdaya manusianya, sehingga penanganan pasien ‘limpahan’ dari RSMA bisa tertangani sesuai protocol kesehatan,” pungkasnya. (JEN/SR)






