Hotel Suci Bakal Penuh, Perlu Cari Hotel Lagi untuk Pusat Karantina

oleh -454 Dilihat
Saat pemeriksaan Kluster Gowa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25/4/2020)

Hotel Suci di pusat Kota Sumbawa Besar yang selama ini dijadikan Pusat Karantina Terpadu untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), kian hari semakin penuh. Pasalnya orang-orang yang dikaratina terus berdatangan, berdasarkan hasil test cepat (Rapid Test) Penanganan Covid oleh Tim Gugus Tugas Kabupaten Sumbawa.

Kadis Kesehatan Sumbawa selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid Kabupaten, Drs. H. Didi Darsani A.Pt, mengakuinya. Saat ini yang sudah tertampung di Hotel Suci tempat karantina terpadu sudah mencapai lebih dari 20 orang. Mereka merupakan keluarga dari pasien yang positif Covid, baik dari Lunyuk, Labangka maupun Tarano. Dan baru-baru ini sekitar 15 orang santri Kluster Magetan Jawa Timur asal Sumbawa yang dievakuasi ke Hotel Suci karena hasil rapid testnya reaktif,” ungkap Haji Didi—sapaan pejabat yang selalu terlihat tenang ini kepada samawarea.com, Sabtu (25/4) malam.

Jika ini terus bertambah, apalagi kasus positif di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan serta contact tracing masih terus dilakukan, Haji Didi mengatakan, sudah perlu dicarikan tempat lain untuk dijadikan Pusat Karantina Terpadu. Hal tersebut sudah disampaikan dan semuanya tergantung dari penentu kebijakan.

Sampai saat ini, lanjut Haji Didi, pihaknya terus melakukan contact tracing (penelusuran) terhadap orang-orang yang kontak langsung dengan pasien positif Covid. Untuk sementara, ada dua orang di Lunyuk dan dua orang di Labangka yang hasilnya reaktif. Sedangkan di Labu Bontong dan Labuan Jambu Kecamatan Tarano masih berproses. Rencananya akan langsung dilakukan pengambilan sampel swab untuk mempersingkat waktu mengingat jumlahg alat rapid testnya terbatas dan sudah habis. Untuk pengusulan pengadaan alat itu ke propinsi membutuhkan waktu. Itupun nanti ketika alatnya dikirim jumlahnya sangat terbatas. Sebab untuk satu orang yang dites cepat menggunakan dua rapid test. “Atau satu orang dua kali dilakukan rapid test untuk mendapatkan hasil yang valid,” imbuhnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *