Gelar Razia, Polres Sumbawa Libatkan Tokoh Agama dan Lintas Etnis

oleh -290 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (1/1/2020)

Perayaan malam pergantian tahun di wilayah hukum Polres Sumbawa berjalan aman. Tidak ada suara petasan, tidak ada konvoi kendaraan dengan suara knalpot yang bising, maupun semaraknya letusan kembang api. Suasana sangat terasa berbeda sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini tercipta berkat upaya jajaran kepolisian Polres Sumbawa yang sangat maksimal melakukan pengamanan dan penertiban. Dalam pengamanan ini, polisi yang diback-up TNI  dan tokoh dari berbagai elemen masyarakat, menggunakan operasi sistem hunting.

Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH didampingi Kasat Reskrim, Kasatlantas dan Kasat Res Narkoba, dalam keterangan persnya, Rabu (1/1/2020) malam, menyebutkan, dalam pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Polres Sumbawa mengerahkan sebanyak 600 personil diback-up 250 anggota TNI, serta melibatkan tokoh dari FKUB, FKLE, MUI dan 125 orang dari club motor. Tepat di malam pergantian tahun, pihaknya menggelar operasi gabungan menggunakan sistem hunting, menjamah berbagai tempat keramaian dan titik-titik rawan. Dalam operasi tersebut, terjaring 74 kendaraan roda terdiri dari 24 knalpot racing, 20 ban tidak sesuai spesifikasi, dan 30 kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat. Sehari sebelumnya, pihaknya menilang 108 kendaraan roda dua termasuk 48 sepeda motor knalpot racing dan menggunakan ban yang tidak sesuai spek. Operasi ini juga mengamankan pengendara yang kedapatan membawa narkoba dan senjata tajam. Beberapa tempat hiburan malam juga disambangi dan berhasil mengamankan minuman beralkohol berbagai merk. Kepada pemiliknya dijerat Perda.

Upaya yang dilakukan jajaran Polres Sumbawa ini mendapat tanggapan positif dari berbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat. Seperti yang diungkapkan HM Nur dari FKUB, bahwa kegiatan pengamanan yang dilaksanakan Polres Sumbawa berdampak sangat positif karena suasana perayaan tahun baru tampak tenang, damai dan jauh dari kesan hura-hura. Suasana damai perayaaan pergantian tahun ini juga tercipta karena diiisi dengan kegiatan yang positif seperti doa dan dzikir bersama di masjid dan mushollah. “Kami tidak lagi mendengar suara petasan. Letusan kembang api bisa dihitung dengan jari,” kata Haji Nur.

Hal senada diungkapkan Dani Wardana dari Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE). Namun yang menarik dari pengamanan ini, Polres Sumbawa melibatkan semua tokoh dan unsur masyarakat untuk turun langsung bersama aparat menggelar operasi. Secara tidak langsung masyarakat merasakan keterlibatannya dan ikut bertanggung jawab terhadap kondisi daerah. Sebab disadari masalah kamtibmas dan kondusifitas daerah menjadi tanggung jawab bersama bukan aparat semata. “Masyarakat harus terus dilibatkan secara kongkrit seperti ini, dalam rangka mewujudkan Sumbawa yang aman, rukun, dan damai, sesuai harapan bersama,” timpal David–tokoh dari Flobamora. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *