SUMBAWA BESAR, SR (28/9/2019)
Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali melahirkan sarjana baru. Sebanyak 324 mahasiswa dari dari seluruh Fakultas dan Program Studi di kampus yang berada di kaki Bukit Olat Maras ini diwisuda, Sabtu (28/9/2019). Wisuda Program Strata Satu (S1) yang diselenggarakan di Ruang Publik Kreatif (RPK) UTS ini merupakan periode ketiga sejak berdirinya UTS pada Tahun 2011 lalu. Hadir dalam kegiatan prestisius yang dipimpin Rektor UTS, Dr. Andy Tirta M.Sc ini di antaranya Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc, Ketua Yayasan Dea Mas, Hj. Niken Saptarini Widiawati M.Sc, Pelaksana Lembaga Pelaksana Dikti Wilayah 8 Bali Nusra, Ir. Nak Agung Ngurah Rai Indra Wirdana MT, Bupati Sumbawa diwakili Staf Ahli I Ketut Sumadiartha SH, Rektor UNSA, Rektor IISBUD, Direktur AKOM, STKIP Paracendekia, para Dekan, Dosen, mahasiswa beserta orang tuanya. Yang membanggakan lagi, Datuk Sri Mohd Rizl Mohd Yusuf—Ketua Dewan Perdagangan Islam Malaysia, menyempatkan hadir untuk memberikan orasi ilmiah.
Rektor UTS, Dr. Andy Tirta M.Sc menyebutkan, 324 mahasiswa yang diwisuda ini tersebar di 6 Fakultas dan 14 program studi. Yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jurusan Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen. Fakultas Teknologi Pertanian dengan Prodi Teknologi Industri Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Ilmu Komunikasi dengan Prodi Ilmu Komunikasi. Fakultas Teknik dengan Prodi Teknik Informatika, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Metalurgi dan Teknik Mesin. Kemudian Fakultas Psikologi dengan Prodi Psikologi, dan Fakultas Teknobiologi dengan Prodi Bioteknologi. Wisuda tersebut ungkap Bang Boy—akrab Rektor muda ini disapa, menjadi catatan sejarah bagi mahasiswa dan orang tuanya, sebagai buah pengorbanan dan perjuangannya selama ini. Pada Tahun 2019 ini, UTS telah melakukan lompatan yang cukup besar. Dari sebelumnya berada di rangking 3000 dari 4000-an perguruan tinggi di Indonesia, kini sudah berada di rangking 400 Besar. Bukan tidak mungkin 5 tahun mendatang, Kampus Elang—sebutan UTS, berada di rangking 50 besar kampus terbaik di Indonesia bahkan dunia. “Pesatnya perkembangan UTS saat ini berkat perjuangan para pendiri, mahasiswa, orang tua dan masyarakat, yang insyaa Allah akan menjadi amal jariyah. Karena itu kami menyampaikan terima kasih, semoga kebaikan dibalas dengan kebaikan,” tandasnya.
Sementara Ketua Yayasan Dea Mas, Hj. Niken Saptarini Widiawati M.Sc menyatakan, tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Dan wisuda ini hasil perjuangan selama 3,5–4 tahun, yang telah dilalui bersama dengan segenap pengorbanan baik waktu, dana, energi, pikiran, doa-doa maupun airmata para wisudawan dan orang tuanya. Selaku Ketua Yayasan yang menaungi UTS, pihaknya merasa bersyukur sangat bangga dengan keberhasilan yang diraih seluruh civitas akademika. Sebab dengan lahirnya para sarjana baru ini, UTS semakin matang dalam menyelenggarakan proses pendidikan dan siap bersaing dengan perguruan tinggi lainnya dalam mencetak sumberdaya manusia unggulan. Ia berharap selepas dari UTS, para wisudawan tetap belajar, berkarya, berprestasi dan berinovasi di berbagai bidang. Karena dengan semakin kompleknya kehidupan di tengah era global menuntut untuk terus menambah dan memperluas wawasan serta memperbaiki diri. “Dengan tumbuh-kembangnya industri dan sebagainya di masa ini membutuhkan kemampuan yang selalu up-to-date dengan apa yang dibutuhkan. Saya harap para wisudawan tidak akan berhenti untuk mengambil peran dan aktif dalam menjalankan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersama menciptakan inovasi dan mencetak SDM yang unggul. Jadilah insan yang berbeda yang selalu memberikan manfaat,” cetusnya.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc yang juga pendiri UTS, dalam sambutannya menceritakan bahwa UTS dibangun karena IPM NTB salah satu yang terendah di Indonesia. IPM anjlok bukan karena standar hidupnya yang rendah, tapi karena mayoritas lulusan SMA kuliahnya di luar daerah. Untuk merubah ini, pihaknya mengubah arah pembangunannya dengan membuat lembaga tinggi pendidikan di Indonesia timur yang harus atraktif agar mahasiswa dari seluruh Indonesia kuliah di Sumbawa dan NTB. “Inilah alasan mengapa mahasiswa-mahasiswi dari seluruh Indonesia hadir di lembaga yang indah ini. Karena lembaga dan kampus baru maka kampus itu tidak boleh menjadi kampus yang biasa melainkan kampus yang istimewa. Untuk itu dibukalah jurusan Metalurgi, Bioteknologi dan lainnya yang belum tentu ada di kampus-kampus lain,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.
Agar menjadi tarik orang kuliah di UTS, Bang Zul mengutip kata motivasi dari orang China. “Gunung tidak harus tinggi yang penting ada dewanya, dan sungai tidak harus dalam yang penting ada naganya”. Menurut Bang Zul, Kampus UTS ini bisa hebat karena dikawal oleh dewa-dewa. Dewa tersebut adalah yang terbaik di bidangnya. “Dewanya telah kita hadirkan di sini. Meskipun kampus ini letaknya di bawah bukit sederhana, tapi dari bukit inilah kita telah mampu menggoncangkan Indonesia dan dunia,” cetus Bang Zul.
Ia meyakini UTS akan menjadi kampus nasional dan dunia. Karena itu Bang Zul menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah menitipkan anaknya di kampus tersebut sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang berbeda dan berharap siap menjadi pemimpin Indonesia di masa mendatang.
Dalam kesempatan itu Gubernur atas nama Pemprov NTB mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda yang mengelola kampus tersebut yang diharapkan menjadi inspirasi bagi kampus lain dan anak-anak muda seluruh Indonesia untuk mengukir cerita indah tentang Indonesia. (JEN/SR)







