SUMBAWA BESAR, SR (21/9/2019)
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa menggelar Fishing Tournament atau Lomba Mancing. Event ini diselenggarakan di Pantai Goa Kecamatan Badas, Sabtu (21/9), sebagai rangkaian Festival Pesona Moyo 2019. Peserta yang ikut event ini cukup banyak dengan angka kenaikan 100 persen dari tahun lalu. Tahun 2018 hanya sekitar 178 peserta, dan Tahun 2019 ini mencapai 400 orang.
Dalam sambutannya Bupati Sumbawa melalui Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmadji K ST., MT menyampaikan bahwa Fishing Tournament ini mempunyai nilai yang sangat penting dan strategis sebagai salah satu wahana meningkatkan nilai-nilai budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. Di samping itu sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pesisir dan laut sebagai sumber ekonomi dan sumber kehidupan. Untuk diketahui, Negara Indonesia merupakan negara kepulauan dengan panjang garis pantai sekitar 104.000 kilometer atau terpanjang kedua di dunia dengan 17.499 pulau, memiliki potensi ekonomi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Karenanya pembangunan berbasis sumber daya kelautan dan perikanan diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional.
Disampaikan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan tersebut harus dilaksanakan secara terpadu dengan keterlibatan berbagai sektor dan berkelanjutan dengan mengembangkan nilai-nilai dan potensi lokal daerah yang diharapkan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah serta pengembangan sektor pariwisata.
Bupati berharap dengan pelaksanaan Fishing Tournament Festival Pesona Moyo ini, dapat menjadi wahana mempromosikan potensi sumber daya pesisir dan laut di Kabupaten Sumbawa khususnya wisata bahari. Melalui kegiatan ini juga Ia berharap agar dukungan, kerjasama, dan koordinasi yang efektif serta harmoni dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan khususnya di wilayah pesisir dan laut yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus ditingkatkan pada masa-masa mendatang. Hal ini sebagai wujud komitmen bersama dalam menyukseskan pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.
Sememtara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa Ir. Dirmawan melaporkan di Nusa Tenggara Barat potensi perikanan terbesar itu ada di Sumbawa yang memiliki 2 wilayah pengolahan perikanan dan yang paling beruntung di seluruh Indonesia. Ada pengolahan perikanan 713 yang meliputi Laut Flores termasuk Teluk Saleh dan sekitarnya, dan pengolahan perikanan 573 meliputi Samudra Hindia. “Tapi yang paling besar kita manfaatkan sekarang adalah 713 dimana hampir semua ikan ekspor baik yang diekspor dari Sumbawa, Bali maupun Jawa itu dihasilkan oleh wilayah pengolahan 713. Ekspor kita sampai dengan tahun 2018 mencapai lebih kurang 55,7 ton ikan yang sudah diproses di PT Bali Sea food Internasional dengan tujuan Amerika,” ungkapnya.
Tahun 2019 sampai hari ini lanjutnya, 176 ton yang diekspor ke Amerika dan 6 ton Filipina. Ini adalah gambaran yang sangat luar biasa bagi sektor perikanan Sumbawa dan belum pernah terjadi sebelumnya meski pelabuhan muatnya ada di Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya. (SR)






