SUMBAWA BESAR, SR (23/7/2019)
Simpang Bundaran Sernu atau dikenal dengan sebutan Simpang Bingung, rencananya akan dijadikan ikon Kota Sumbawa. Ini dibuktikan dengan dieksposenya Desaign Engineering Detail (DED) di Aula Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Senin (22/7). Acara ini dihadiri Bupati Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Kadis PRKP beserta jajaran, Pimpinan OPD, Direksi PT AMNT, dan konsultan.
Bupati Sumbawa HM. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tindak lanjut dari pertemuan dengan Direksi PT. AMNT belum lama ini, serta pembicaraan dengan direksi PT. Bank BRI dan Bank NTB Syariah. Bupati mengharapkan agar lokasi simpang bingung dapat dioptimalkan pemanfaatannya guna menambah daya tarik dan keindahan Kota Sumbawa. “Tugu yang kita bangun ini, saya harapkan dapat menjadi ikon, land mark atau penanda kota sehingga dapat menjadi kebanggaan kita Tau Samawa. Di beberapa tempat kita lihat tugu bukan semata-mata bangunan monumental. Tapi juga memiliki nilai-nilai historical yang akan mampu menyambung kenangan baik antar generasi. Karenanya nilai filosofi perlu menjadi bahan pertimbangan,” ucapnya.
Mengamati 5 alternatif rancangan (design) konsep tugu yang dipaparkan oleh konsultan PT. Adi Cipta Mataram, dimana konsep tugu untuk alternatif pertama mengangkat bentuk khas dan unsur yang ada di rumah tradisional Sumbawa yakni Istana Dalam Loka, alternatif kedua mengangkat unsur tambo yakni sejarah budaya 5 suku di Sumbawa. Kemudian ketiga mengangkat konsep bale jam, yang memiliki nilai sejarah, dan diharapkan bale jam ini dapat berdenting di setiap 5 waktu shalat. Alternative keempat mengangkat konsep kubah emas dan bangunan Sumbawa yang melambangkan pandangan keagamaan penduduk Sumbawa, serta konsep kelima yakni kubah dan motif khas bangunan Sumbawa.
Bupati menilai sudah cukup baik, dengan mengharmonikan antara unsur kearifan lokal dengan komponen kekinian (era millenial) serta dimensi alamiah yang terdiri dari unsur air, tanaman, tanah dan batu, tentunya dengan tetap mempertimbangkan faktor tekstur, warna dan pencahayaan sebagai pelengkap kesan dan suasana yang dapat memberikan kesejukan di tengah panasnya Kota Sumbawa.
Terkait keberadaan Kota Sumbawa sebagai area hunian yang menjadi konsentrasi permukiman penduduk, pusat berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat, pusat pelayanan pemerintahan, pusat aktifitas perdagangan dan industri, diakui saat ini perkembangannya semakin pesat, yang ditandai dengan pertambahan jumlah penduduk, perkembangan perumahan, serta fasilitas sosial ekonomi lainnya seiring perkembangan kemajuan sosial budaya dan ekonomi serta kemajuan teknologi dan komunikasi. Secara positif hal ini menguntungkan, karena dengan perkembangan yang baik, aktifitas warga kota menjadi dominan pada bidang perdagangan, jasa dan pelayanan.
Bupati menginstruksikan kepada pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa untuk segera melakukan penataan kembali keberadaan taman-taman kantor masing-masing serta membentuk komunitas pencinta taman, sehingga taman dapat terjaga dan terpelihara secara berkelanjutan. (SR)






