SUMBAWA BESAR, SR (9/3/2019)
Jaringan distribusi air bersih di Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir yang dikerjakan pada Tahun 2017 lalu, kini bagaikan fasilitas tak berguna. Sejak dua tahun pasca pengerjaan yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah ini, tidak bisa dimanfaatkan. Pasalnya, tak setetes air pun mengalir. Karena itu pemerintah desa dan warga Kakiang mendesak Dinas PRKP Sumbawa selaku leading sektor terkait untuk melanjutkan proyek yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ini. Jika tidak dilakukan, mereka mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Kades Kakiang, Erfan Darisman kepada SAMAWAREA, Jumat (8/3) mengakui hal itu. Proyek itu menurut Erfan, sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab selama ini masyarakatnya kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini mengingat Desa Kakiang setiap tahunnya selalu menjadi langganan banjir yang mencemari sumur-sumur masyarakat. Selain itu ada beberapa titik di desanya yang airnya tidak sehat untuk dikonsumsi. “Inilah yang membuat kami selaku pemerintah desa saat itu (Tahun 2017) lalu mengusulkan adanya suplay air bersih, seperti jaringan PDAM,” kata Erfan—akrab Kades ramah ini disapa.
Usulan ini direspon positif, pemerintah melalui Dinas PRKP merealisasikannya. Jaringan distribusi air bersih pun dibangun sepanjang 3,1 kilometer mulai dari depan SMPN 1 Moyo hingga ke Kantor Desa Kakiang. Selain itu mereka mendapatkan 10 unit meteran untuk kantor desa, puskesmas, lembaga pendidikan dan rumah ibadah. Namun sampai berakhirnya Tahun 2017, proyek DAK itu tak kunjung tuntas, bahkan ditinggalkan dalam kondisi tak berfungsi. Harusnya kata Kades Erfan, pipa distribusi ini disambung sekitar 3000 meter masuk ke gang-gang untuk selanjutnya dipasang sambungan rumah (SR) agar bisa dimanfaatkan langsung masyarakat setempat. “Ini yang tidak dikerjakan, jadinya selama 2 tahun ini jaringan pipa distribusi air bersih itu tidak berfungsi karena tidak setetes pun air yang mengalir,” sesalnya.
Ia meminta persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah terutama leading sektor terkait. Demikian dengan wakil rakyat di DPRD Sumbawa dapat mengawasi dan menegur pihak terkait proyek ini untuk menyelesaikan kewajibannya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Dr. Drs. Arachman Alamudy SH M.Si menyayangkan tidak tuntasnya proyek jaringamn distribusi air bersih di Desa Kakiang. “Kalau hanya dipasang lalu airnya tidak menetes, untuk apa ada program ini. Ini program yang sia-sia, kasihan masyarakat. Kami tidak ingin uang negara terbuang percuma,” tukasnya.
Karenanya politisi Golkar yang kini menjadi Caleg Propinsi NTB ini meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius agar proyek yang dikerjakan memberikan asas manfaat bagi masyarakat. (JEN/SR)






