Bertemu Pemilik Lion Air di Malaysia, Gubernur Minta Turunkan Harga Tiket Pesawat

oleh -352 Dilihat

Juga Dukungan Geliatkan Pariwisata dan Perbanyak Rute Luar Negeri ke Lombok

MALAYSIA, SR (26/2/2019)

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc menemui pendiri dan pemilik Lion Group, Rusdi Kirana di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (25/2). Dalam pertemuan itu, Gubernur yang didampingi istri Hj Niken Saptarini SE., M.Sc dan sejumlah Kepala OPD itu mengutarakan kepentingan Pemprov NTB dalam menggeliatkan kembali kunjungan wisatawan pascabencana gempa bumi. Gubernur Zul meminta bantuan Rusdi yang kebetulan menjabat Duta Besar RI untuk Malaysia ini memperbanyak frekuensi dan rute penerbangan Lion Group dari dan ke Lombok, sekaligus menurunkan harga tiket. “Harga tiket yang mahal ini jelas memukul upaya pariwisata NTB untuk bangkit dari keterpurukan pascagempa. Begitu juga makin berkurangnya “direct flight” ke Lombok. Kami berharap Lion Group bisa membantu NTB dengan memperbanyak penerbangan langsung dari luar negeri atau dalam negeri ke Lombok,” ungkap Gubernur Zul.

Menanggapi hal itu, Rusdi Kirana menekankan, jika melambungnya harga tiket memang menjadi persoalan baru di dunia transportasi udara. Menurutnya, butuh kerjasama yang baik dan terpadu antara maskapai dengan pemerintah daerah dan juga PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara-bandara di berbagai wilayah. “Maskapai Lion Group beroperasi 11 jam perharinya, sebagai salah satu strategi mengejar tiket murah. Tapi dengan 11 jam menyebabkan jadwal kami sering tidak on time. Akhirnya publik protes. Lion sering “diomelin” karena telat atau delay melulu. Nah sekarang jadi 7 jam beroperasi, supaya bisa tepat waktu. Tapi konsekuensinya tiket nggak lagi bisa murah,” jelas Rusdi.

Untuk mengakomodir kebutuhan seperti yang diungkapkan Gubernur NTB, Rusdi menjelaskan perlunya subsidi atau insentif kebijakan dari Pemda setempat. Misalnya Pemda menyediakan lahan untuk dijadikan tempat parkir atau hanggar tambahan bagi pesawat sehingga mengurangi anggaran Maskapai.

Gubernur Zul menyatakan bakal mempertimbangkan masukan dari owner Lion Group itu. Keberadaan bandara lama Selaparang di Mataram yang bisa digunakan sebagai hanggar atau lahan parkir pesawat, bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memberikan insentif kebijakan pada maskapai. Pada akhirnya, diharapkan relasi simbiosis mutualisme itu bisa berdampak pada penurunan harga tiket dan juga memperbanyak frekuensi penerbangan dari dan ke Lombok, termasuk rute-rute direct flight. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *