SUMBAWA BESAR, SR (13/12/2018)
Kantor Desa Simu Kecamatan Maronge diduga dibakar orang. Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan polisi di lokasi kejadian. Kebakaran kantor desa yang berlokasi di jalan raya Sumbawa-Bima KM 41-42 ini terjadi Rabu (12/12) dinihari pukul 00.45 Wita.
Kapolsek Plampang, AKP Abdul Sani yang dihubungi SAMAWAREA, mengakui adanya dugaan itu. Hasil olah TKP jajarannya dan pemeriksaan sejumlah saksi terungkap indikasi kuat kantor desa ini dibakar orang tak dikenal. Indikasinya, pintu depan kantor desa tersebut rusak, diduga dicongkel oleh pelaku pembakaran untuk masuk ke dalam kantor desa lalu menyiramkan minyak tanah dan melakukan pembakaran. Diduga pelaku sempat melakukan pembakaran melalui pintu belakang. Tapi karena ada terali, apinya tidak sampai ke dalam. Di tempat itu juga ditemukan ada bekas korek api. “Dari hasil olah TKP awal, di lokasi ditemukan bekas korek api kayu dan di sekitar ruang tengah masih tercium bau minyak tanah yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan pembakaran,” jelas Kapolsek Abdul Sani.
Di bagian lain Kapolsek mengaku telah meminta keterangan sejumlah saksi. Di antaranya Ardiansyah (29) warga RT 004 RW. 002 Dusun Panemung Desa Simu. Menurut saksi sebelum kejadian dia berada di dalam rumahnya tepat di sebelah kanan kantor Desa Simu. Saksi terkejut melihat api sudah menyala membakar bagian tengah kantor desa. Saksi ini keluar berteriak membangunkan tetangganya. Saksi juga mengaku tidak melihat ataupun ada mendengar orang yang melintas di sekitar TKP sebelum kejadian.
Kemudian saksi M. Ali (49) warga RT 002 RW. 001 menjelaskan sebelum kejadian dia berada di rumahnya tepatnya di seberang jalan raya depan kantor desa. Sama seperti saksi Ardiansyah, Ali juga terkejut melihat api membakar kantor desa lalu keluar dan berteriak membangun warga lain yang terlelap.
Sementara saksi Abdurahman (45) menduga pelaku pembakaran kantor desa ini sama dengan pelaku yang hendak membakar dump truk yang diparkir di samping rumah iparnya di RT 013 RW. 006 Dusun Jeliti, Desa Simu, 11 Desember kemarin. Saat itu iparnya bangun memasak nasi melihat 2 orang yang diduga akan melakukan pembakaran Dum Truk. Dua pelaku ini sedang menyiram ban dum truk menggunakan minyak tanah. Iparnya ini langsung berteriak membuat keduanya panik lalu kabur ke arah perkampungan Dusun Simu Desa Simu. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek Sumbawa untuk melakukan identifikasi sekaligus penyelidikan bersama untuk mengungkap kasus ini,” pungkas Kapoksek Sani. (JEN/SR)






