LOMBOK UTARA, SR (30/10/2018)
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox mengunjungi bangunan sementara SDN 2 Malaka, Kecamatan Pemenang yang dibangun oleh INOVASI dengan dukungan partisipasi masyarakat. Ruang kelas yang dibangun INOVASI sementara ini adalah ruang kelas 1 dan 2. Bahan utama bangunan sekolah tersebut disesuaikan dengan konteks lokal yaitu bambu dan dikembangkan dengan konsep sekolah ramah anak. Sekolah ramah anak ini merupakan dukungan INOVASI NTB dalam penanganan pendidikan
pasca gempa di Kabupaten Lombok Utara. Pembangunan sekolah ramah anak tersebut diujicobakan di SDN 2 Malaka. Sekolah ini dibangun dengan dukungan aktif partisipasi masyarakat yaitu dengan dibentuknya Kelompok Kerja Pembangunan Sekolah Ramah Anak yang terdiri dari unsur kepala dusun, ketua komite, kepala sekolah, dan guru. Kaum ibu dari lingkungan sekitar juga berpartisipasi aktif dengan berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Para pengawas, kepala tukang, dan pekerja yang membangun sekolah juga berasal dari lingkungan sekitar yang diberikan upah dengan ketentuan yang berlaku di Desa Malaka. Dengan aktifnya dukungan masyarakat, ekonomi masyarakat sekitar terdorong dengan pembelian material dari lingkungan setempat dan para pekerja mendapatkan upah. Selain itu, keseluruhan pekerja bangunan adalah alumni sekolah ini sehingga terbentuk rasa memiliki terhadap bangunan sementara SDN 2 Malaka.
Kunjungan Cox dimulai di bangunan SDN 2 Malaka yang sudah tidak layak pakai akibat gempa. Cox meninjau satu per satu ruangan kelas termasuk melihat ruangan kelas yang sudah retak dan sangat riskan bila ditempati. Cox dipandu Kepala SDN 2 Malaka, Abdul Manaf S.Pd, untuk meninjau ruangan kelas didampingi Program Director INOVASI, Mark Heyward, dan Provincial Manager INOVASI di NTB, Edy Herianto. Setelahnya, Cox meninjau bangunan Sekolah Ramah Anak. Diawali dari kelas 1, Cox berbincang dengan guru dan siswa. Dalam kesempatan itu, Cox banyak memberi nasihat agar siswa rajin belajar. “Di sekolah yang baik ini dengan lingkungan ini, mudah-mudahan belajar dengan baik ya. Semuanya bisa baca tulis? Sekarang belajar apa ?, tanya Cox yang dijawab siswa-siswi Kelas 1 SDN 2 Malaka dengan antusias. Ada yang menjawab “bisa”, “tabung”, “balok”. “Penting sekali untuk belajar terus. Belajar dengan rajin untuk masa depan. Maju terus dengan pelajarannya. Mudah-mudahan masa depan cerah untuk semua. Bagus sekali dan terima kasih,” tambah Cox mengakhiri perbincangannya.
Setelah berkunjung dari kelas ke kelas, termasuk ke tenda darurat tempat belajar siswa kelas 3 dan kelas lainnya, Cox berdiskusi dengan komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat. Saat itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Drs. H. Suardi, dalam mendampingi Wakil Duta Besar, Allaster Cox, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia dalam penanganan dampak gempa di Kabupaten Lombok Utara, termasuk memotivasi pemerintah dan masyarakat setempat yang hadir untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pelayanan kualitas pendidikan yang lebih baik. “Terima kasih atas kunjungannya. Bangunan sekolah ini sudah bermanfaat tinggal kita meningkatkan manfaatnya. Tadi ada permintaan ketua komite, ada tambahan kelas yang dibangun. Mudah-mudahan dan dengan mitra-mitra, kita sama-sama bisa bergotong-royong. Tentunya juga dari pemerintah daerah, sudah menjadi komitmen kita bersama untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat, khususnya pelayanan dasar dalam pendidikan. Program dari Pemerintah Australia seperti INOVASI dan program lainnya sudah menunjukkan hasil dalam rangka percepatan kesejahteraan di Lombok Utara,” ujar Suardi.
Pembangunan sekolah darurat dengan konsep ramah anak selanjutnya akan dibangun di 15 SD/MI wilayah gugus Pemenang dan Gangga. Rencananya, pembangunan akan dilaksanakan di MI Syamsul Huda Lekok, MI Riyadlul Jannah NW Penjor, MI Nurul Hidayah NW Rempek, MI Islahul Ummah NW Paok Rempek, MI Ijtihadul Islamiyah Al-Amin Karang Kendal, MI Nuruh Huda NW Gondang, SDN 3 Pemenang Barat, SDN 3 Malaka, SDN 5 Malaka, SDN 6 Malaka, SDI Hidayaturrahman NW Menggala, SDN 8 Sokong, SDN 1 Malaka, SDN 4 Malaka, SDN 02 Tanjung. “Sekarang di bawah program INOVASI kami coba kerjakan mutu. Tetapi barangkali dengan keadaan darurat seperti ini kami harus ubah rencana sedikit untuk berikan bantuan dengan sekolah sementara seperti di Malaka,” ujar Cox menjawab pertanyaan wartawan dalam akhir kunjungannya di SMPN 2 Pemenang ketika meninjau sekolah-sekolah yang mendapat dukungan dari Pemerintah Australia.
Tentang Program INOVASI
INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) adalah program kemitraan pendidikan Pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa – khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi untuk semua siswa, baik itu di kelas maupun di sekolah. Bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, INOVASI menjalin kemitraan dengan 12 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur. Program pendidikan senilai AUD$ 49 juta ini, berjalan sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 dan dikelola oleh Palladium atas nama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. (SR)






