SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2018)
Ancaman mogok kerja benar-benar direalisasikan ratusan perawat di Kabupaten Sumbawa, Senin (15/10). Tergabung dalam Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) para perawat yang datang dari seluruh kecamatan di daerah ini menggelar aksi unjukrasa ke Kantor Bupati Sumbawa. Mereka menyatakan akan mogok kerja dalam waktu yang tidak ditentukan hingga tuntutannya direalisasikan Bupati Sumbawa.
Koordinator GNPHI Kabupaten Sumbawa, Jhon Suhadi mengatakan perjuangan 593 perawat yang tergabung dalam GNPHI dan tersebar 25 puskesmas sudah dilakukan sejak delapan bulan lalu. berbagai upaya dilakukan mulai aksi demo, hearing dan lainnya. Namun hingga kini perjuangan itu belum membuahkan hasil karena pemerintah daerah belum juga bergeming. Ia meminta Pemda Sumbawa berkaca dari Pemda KSB yang telah menjamin kepastian dalam sebuah Surat Keputusan Bupati.
Jhon menyebutkan ada beberapa tuntutan mereka. Di antaranya menuntut Pemda Sumbawa menghilangkan label perawat sukarela dengan memberikan pengakuan berupa SK Bupati. Selain itu segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) dan memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh perawat honorer. Bupati Sumbawa juga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait PPPK untuk perawat berusia di atas 35 tahun (tanpa tes). (JEN/SR)





