Mengapa JUVÉ SKIN Memiliki Aroma Khas? Ini Penjelasan PT Mahadiva Kosmetika Indonesia

oleh -61 Dilihat

JAKARTA, samawarea.com (22 Juni 2026) – Di tengah maraknya produk perawatan kulit yang berlomba menawarkan kemasan mewah dan strategi pemasaran viral, JUVÉ SKIN hadir dengan pendekatan berbeda. Melalui filosofi “No Gimmick, High Performance”, brand skincare yang berada di bawah naungan PT Mahadiva Kosmetika Indonesia ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan produk yang berfokus pada kualitas formulasi, keamanan, dan kinerja nyata bagi kesehatan kulit.

Direktur Utama PT Mahadiva Kosmetika Indonesia, Julia Saragih, menjelaskan bahwa JUVÉ SKIN percaya skincare yang baik tidak hanya dinilai dari tampilan luar, aroma yang kuat, maupun popularitas di media sosial. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana sebuah produk dirancang untuk membantu merawat kulit secara optimal dengan tetap mengedepankan keamanan, kenyamanan pengguna, serta kepatuhan terhadap regulasi kosmetik yang berlaku.

“JUVÉ SKIN hadir dengan filosofi No Gimmick, High Performance. Kami percaya bahwa skincare yang baik bukan sekadar terlihat mewah, wangi, atau viral, tetapi harus memiliki formulasi yang dirancang untuk membantu merawat kulit secara optimal dengan tetap mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi kosmetik,” ujar Julia.

Salah satu pertanyaan yang paling sering diterima JUVÉ SKIN dari konsumen adalah terkait aroma khas yang terdapat pada produknya. Menanggapi hal tersebut, Julia menjelaskan bahwa aroma tersebut berasal dari bahan aktif Cysteamine, yang secara alami memiliki karakteristik aroma menyerupai sulfur.

Menurutnya, aroma khas tersebut merupakan karakter alami bahan aktif dan bukan indikasi bahwa produk mengalami kerusakan atau mengandung bahan berbahaya. Justru, aroma tersebut menunjukkan keberadaan bahan aktif yang menjadi bagian penting dari formulasi produk.

Julia menambahkan, JUVÉ SKIN secara sengaja tidak menggunakan parfum dalam kadar tinggi untuk menutupi aroma alami bahan aktif tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan penggunaan produk, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

“Penggunaan parfum berlebihan berpotensi meningkatkan risiko iritasi maupun alergi pada sebagian pengguna. Karena itu, kami memilih mempertahankan karakter alami bahan aktif demi menjaga integritas formulasi dan keamanan penggunaan jangka panjang,” jelasnya.

Kebijakan tersebut juga memberikan sejumlah manfaat, antara lain membantu mengurangi risiko iritasi pada kulit sensitif, menekan kemungkinan reaksi alergi akibat kandungan fragrance yang berlebihan, menjaga efektivitas formulasi, serta mendukung penggunaan produk secara lebih aman dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari filosofi produknya, JUVÉ SKIN mengedepankan prinsip bahwa kesehatan kulit harus menjadi prioritas utama dibanding sekadar menciptakan aroma yang menarik.

“Lebih baik sedikit aroma bahan aktif daripada kulit mengalami iritasi akibat parfum berlebihan,” tegas Julia Saragih.

Dengan pendekatan tersebut, JUVÉ SKIN berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kualitas skincare tidak selalu ditentukan oleh aroma yang harum atau tampilan yang menarik, melainkan oleh kandungan, keamanan, dan manfaat nyata yang diberikan bagi kesehatan kulit. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *