Lagi Sekelompok Pelajar Serang Sekolah, Guru Terkena Lemparan Batu

oleh -748 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (03/10/2018)

SMK Negeri 3 Sumbawa kembali menjadi sasaran penyerangan sekelompok pelajar dari sebuah SMK. Para pelajar ini menghujani sekolah tersebut dengan lemparan batu, Rabu (3/10) siang. Akibatnya seorang guru terkena di bagian dadanya. Setelah menyerang, para pelajar ini kabur menggunakan sepeda motor. Aksinya ugal-ugalan dan meresahkan para pengguna jalan. Sebelumnya diduga sekelompok pelajar yang sama melakukan penyerangan di sekolah tersebut, Selasa (2/10) siang. Saat itu di antara kelompok itu melepas panah dan nyaris menimpa petugas security sekolah. Bukan hanya di SMKN 3 Sumbawa tapi aksi yang sama mereka lakukan di SMA Negeri 3 Sumbawa. Zuhri—guru setempat, harus mendapat perawatan medis akibat terluka di bagian kepala karena terkena lemparan batu.

Kepala SMKN 3 Sumbawa, Jayadi M.Pd yang ditemui di Polres Sumbawa, menuturkan, sebelum terjadi penyerangan, dia dihubungi guru di sebuah SMK bahwa ada sekelompok siswa SMK itu yang konvoi kearah SMKN 3 Sumbawa. Benar saja terlihat sekelompok orang berseragam sekolah ini datang. Jayadi mengaku mengira mereka hanya konvoi biasa. Tapi tanpa diduga, para siswa itu menghujani sekolah itu menggunakan batu. Siswa dan guru SMKN 3 Sumbawa yang berada di dalam sekolah panik dan berlindung dari lemparan itu. Namun sayang seorang terkena di bagian dadanya, tapi tidak terlalu parah. Lemparan itu juga membuat kaca jendela sekolah pecah. Saat polisi tiba di TKP, para pelajar nakal tersebut lari kocar kacir. “Kami sesalkan ulah para pelajar itu. Ini kejadian yang kedua kalinya,” kata Jayadi.

Sementara itu polisi berhasil mengamankan sebanyak 38 orang siswa. Mereka terjaring di wilayah Genang Genis, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis. Namun para siswa yang diamankan ini membantah melakukan penyerangan. Mereka mengaku bukan kelompok yang menyerang sekolah, dan tidak mengetahui adanya aksi penyerangan itu. “Kami kelompok yang berbeda. Kami saat itu hanya duduk-duduk di warung depan Taman Genang Genis. Mungkin ada kelompok lain yang melakukannya. Hanya kebetulan berasal dari sekolah yang sama dengan kami. Jadi polisi datang menangkap kami karena baju kami sama dengan baju kelompok yang menyerang sekolah lain,” kata siswa yang enggan menyebutkan identitasnya.

Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT menegaskan bahwa pihaknya harus mengambil tindakan karena ulah para pelajar itu sudah kelewatan. Sebab kejadian ini sudah yang kedua kalinya dilakukan oleh sekelompok siswa dari asal sekolah yang sama. Kemarin, kelompok siswa itu menyerang dua sekolah, akibatnya satu guru terluka. Bahkan saat anggotanya turun ke TKP ikut menjadi sasaran pelemparan. “Intinya kami ingin membuat efek jera kepada para pelajar ini. Mereka ini aset bangsa, aset Sumbawa, kalau dari sekarang mereka sudah melakukan seperti ini bagaimana besarnya nanti,” tukas Kapolres.

Untuk proses lebih lanjut, Kapolres mengaku telah mengundang pihak sekolah asal sekelompok siswa tersebut. Demikian dengan pihak Dikpora melalui KUPT Dikmen dan orang tuanya, sehingga ada pembinaan lebih lanjut. “Kami minta mereka membuat surat pernyataan yang ditandatangani siswa bersangkutan. Ini agar siswa itu tidak mengulangi lagi dan orang tua bertanggung jawab terhadap isi surat pernyataan ini,” tegas Kapolres. (JEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *