WNA Jerman Hilang Saat Menyelam di Desa Pemuteran Bali

oleh -412 Dilihat

BALI, SR (01/10/2018)

Bernd Klaus Walzinger Denren (60)–instruktur WNA asal Negara Jerman dikabarkan hilang diperairan laut desa setempat saat melakukan Diving di Bioroek di desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak, Minggu (30/9) sekitar pukul 13.00 wita.

Informasi yang dihimpun, sebelumnya Bernd Klaus Walzinger Denren telah melakukan aktivitas tersebut sekitar pukul 09:00 Wita di lokasi Tangkad Jaran di Desa Pemuteran. Bernd menuju titik selam menggunakan skuter air. Setelah cukup lama melakukan aktivitas penyelaman, pria yang dikabarkan sudah biasa menyelam di kedalaman 100 meter ini, malah tidak muncul ke permukaan. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian melaporkan ke pihak terkait. Dari laporan itu, anggota Sat Pol Air Polres Buleleng bersama Tim Basarnas, langsung melakukan pencarian di sekitar perairan Pemuteran. Sampai saat ini Tim Gabungan masih berupaya melakukan pencarian pria paruh baya ini. Semua titik-titik lokasi yang diduga sebagai tempat menghilangnya korban Bernd Klaus ditelusuri sejak siang hari pasca menerima laporan, namun hingga pukul 18.00 wita sore, keberadaan Bernd Klaus belum bisa ditemukan.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasat Pol Air Polres Buleleng, AKP Putu Aryana mengatakan, Bernd Klaus yang merupakan warga berkebangsaan Jerman diduga hilang di seputaran perairan Desa Pemuteran tepatnya di titik Tangkad Jaran. “Sampai saat ini masih dilakukan pencarian,” ungkap AKP Aryana, Minggu (30/9) sore.

Menurut Aryana, anggota Sat Pol Air Polres Buleleng bersama Tim SAR gabungan dari Buleleng dan Jembrana dan sejumlah penyelam, sudah berupaya keras melakukan pencarian di seputaran perairan Desa Pemuteran. “Sejak pukul 13.00 wita siang kami terus memantau semua sudut perairan di Pemuteran dan sekitarnya, namun keberadaan korban belum kami temukan,” jelas AKP. Aryana.

Jika ternyata masih belum ditemukan dan kondisi mulai gelap, sambung Aryana, maka pencarian akan dihentikan dan dilanjutkan Senin (1/10) pagi. Dan itu lanjut Aryana, sudah sesuai dengan SOP yang ada. “Sesuai SOP jika kondisi gelap, pencarian dihentikan dan dilanjutkan besok. Kecuali posisi korban ditemukan maka kami lakukan evakuasi sekalipun hingga malam hari,” pungkas AKP. Aryana. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *